JAKARTA, TEREOPONGMEDIA.ID — Legenda musik reggae asal Jamaika, Jimmy Cliff, meninggal dunia pada usia 81 tahun. Kabar kepergiannya diumumkan pada Senin (24/11) waktu setempat.
Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi oleh sang istri, Latifa Chambers. Dalam pernyataannya di media sosial, Latifa mengungkapkan bahwa sang suami wafat setelah mengalami kejang yang kemudian disusul pneumonia.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini mendukung perjalanan Cliff, baik dalam kehidupan pribadi maupun karier profesional.
“Dengan hati yang sangat berduka saya menyampaikan bahwa Jimmy telah pergi setelah mengalami kejang dan pneumonia. Saya berterima kasih kepada keluarga, sahabat, rekan seniman, dan seluruh pihak yang setia mendampingi hidupnya,” ujar Latifa, melansir MNE, Selasa (25/11/2025).
Latifa juga menyampaikan pesan khusus untuk para penggemar: “Dukungan kalian adalah sumber kekuatannya sejak awal karier.”
Profil Jimmy Cliff
Lahir dengan nama James Chambers di St. James Parish, Jamaika, pada 1944, Cliff mulai serius menekuni musik pada awal 1960-an setelah pindah ke Kingston. Nama belakang “Cliff” sengaja ia pilih sebagai simbol tekadnya meraih posisi puncak dalam dunia musik.
Bakat Cliff pun segera mencuri perhatian. Pada 1964, ia terpilih mewakili Jamaika di ajang World’s Fair di New York.
Karier internasionalnya mulai terbentuk, hingga pada 1969 ia mencetak hit besar pertamanya melalui “Wonderful World, Beautiful People”, yang sukses menembus chart Inggris di posisi 6 serta masuk Billboard Hot 100 di peringkat 25.
“The Harder They Come” Mendobrak Dunia Reggae
Puncak ketenaran Jimmy Cliff tiba saat ia membintangi film “The Harder They Come” (1972), di mana ia berperan sebagai Ivanhoe Martin, seorang musisi desa dengan mimpi besar. Soundtrack film tersebut, yang menampilkan lagu-lagu ikonik seperti “The Harder They Come” dan “You Can Get It If You Really Want”, menjadi pintu masuk bagi audiens internasional untuk mengenal reggae.
Album soundtrack itu kini dianggap sebagai salah satu rilis paling berpengaruh dalam sejarah musik Jamaika, bahkan membuka jalan bagi popularitas reggae di Amerika Serikat.
Baca Juga:
Alissa White-Gluz Hengkang dari Arch Enemy, Setelah 12 Tahun Bersama
Miris, Anak-Anak Britney Spears Takut dan Tak Mau Menemuinya
Karier Panjang, Penghargaan, dan Kolaborasi
Selama dekade 1970-an, Cliff terus tampil di berbagai tur global, merilis album baru, dan hadir dalam acara populer seperti Saturday Night Live.
Kiprahnya kembali mencuat pada 1994 lewat versi miliknya dari “I Can See Clearly Now”, yang menjadi soundtrack film Cool Runnings dan membawa kembali namanya ke generasi baru pendengar.
Cliff juga memiliki rekam jejak prestisius di industri musik. Ia memenangkan dua Grammy Awards—masing-masing pada 1985 untuk album Cliff Hanger dan pada 2013 untuk Rebirth.
Pada 2003, Pemerintah Jamaika menganugerahkan dirinya Jamaican Order of Merit, salah satu penghargaan tertinggi bagi para tokoh seni maupun sains.
Enam tahun setelah itu, ia dilantik ke dalam Rock and Roll Hall of Fame, menjadi musisi reggae terkemuka setelah Bob Marley yang mendapat kehormatan serupa pada 1994.
Kiprah di Dunia Akting
Meski aktivitas aktingnya tidak sebanyak karier musiknya, Cliff beberapa kali kembali ke layar lebar, termasuk tampil dalam film komedi Club Paradise (1986) bersama Robin Williams, Rick Moranis, dan sejumlah aktor ternama lainnya.
Kepergian Jimmy Cliff meninggalkan warisan budaya yang sangat besar. Suaranya, karya-karyanya, dan perannya dalam memperkenalkan reggae ke dunia menjadikannya sosok yang akan terus dikenang dalam sejarah musik internasional.
(Dist)