Harga Makin Liar, Disdagin Kota Bandung Segera Gelar Operasi Pasar Beras

operasi pasar beras
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah (Foto: Rizky Iman/Teropongmedia)

Bagikan

BANDUNG,TM.ID: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) segera menggelar operasi pasar (OP) beras medium untuk mengendalikan harga yang semakin meroket.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, rencana pelaksanaan operasi pasar beras medium dimulai hari selasa tanggal 19 september hingga 10 oktober 2023.

“Jadi judulnya operasi pasar beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHT),” kata Elly, di Bandung, Rabu (13/9/2023).

Menurutnya, setiap kecamatan akan dilakukan operasi pasar sebanyak 10 ton. Pemkot Bandung dan Bulog siap menyalurkan 300 ton beras dalam OP tersebut.

BACA JUGA: Erick Thohir: 21,3juta Keluarga Miskin Dapat Jatah Beras Gratis

“Alokasi ke kecamatan setelah di setujui oleh pimpinan bulog wilayah Jawa Barat itu adalah 10 ton per kecamatan, jadi total 300 ton yang akan kita gelontorkan pada saat operasi pasar,” katanya.

Pihaknya akan melaksanakan OP itu di tiga kecamatan dalam satu hari. Jadwal pelaksanaan per kecamatannya pun sudah disiapkan.

OP hari pertama akan dilaksanakan itu di Kecamatan Rancasari, Coblong dan Sukasari. Pembagian wilayahnya,  untuk Bandung Timur di Kecamatan Rancasari, Bandung kota di Kecamatan Coblong, dan uuntuk Bandung Utara di Kecamatan Sukasari.

“Jadi kita tidak satu tempat,” kata Elly.

Menurutnya, OP beras ini digelar karena harga beras sudah di atas HET atau Harga Eceran Tertinggi, yakni Rp 12.500-Rp.13.000 perkilo.

Harga tersebut, kata Elly, pastinya dapat menyebabkan inflasi. Maka harga jual dalam OP ini, beras akan dijual Rp 10.200 per kilogram.

Pemkot Bandung mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) perwakilan wilayah Jawa Barat untuk biaya transportasinya.

“Maka harga yang akan di jual oleh Bulog ke warga Kota Bandung adalah Rp 51.000 per bag atau per 5kg, jadi jatuhnya Rp 10.200 per kilo, sedangkan harga beras medium di pasaran yang telah kami pantau itu sudah berkisar 12.500 sampai 13.000,”ungkap Elly.

BACA JUGA: Harga Beras Mahal, Ini Respon Pj Gubernur Jabar

Kendati demikian, operasi pasar beras medium ini hanya diperuntukkan khusus bagi warga Kota Bandung dengan menunjukkan bukti domisili berupa KTP.

“Wajib warga Kota Bandung dan wajib menggunakan KTP Kota Bandung, dan sesuai dengan kecamatannya. Karena semua Kecamatan dapat. Jadi maksimal per orang adalah 2 bag atau 10 kg,”pungkasnya.

 

(Rizky Iman/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Kesenian Gembyung Subang - YouTube Kebudayaan Subang
Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang
Tasikmalaya Sandal Tarumpah
Keren! Tasikmalaya Punya Sandal Tarumpah
Fakta unik domba
Domba Hewan Mudah Ditipu, Gini Kata Dosen IPB!
Agnez Mo
Agnez Mo Trending di Media Sosial, Netizen Rindu Lagu Ballad Karya Sang Diva
Film Netflix
5 Rekomendasi Film Netflix, Kamu Pasti Penasaran!
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Tanggul Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Kabupaten Bandung Terendam Banjir

4

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

5

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah
Headline
Peluncuran Bank Emas Prabowo
Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Anto Boyratan
Ukir Sejarah! Anto Boyratan Jadi Atlet Indonesia Pertama di Liga Basket Australia
BPBD Kabupaten Bandung, banjir
BPBD Kabupaten Bandung: Tanggul Jebol Sungai Cikapundung Kolot Genangi Ribuan Rumah Warga
Sampah Penuhi Sungai Citarum Kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung
BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.