BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid mengatakan, pada 14 Maret 2025, mulai pukul 16.30 WIB terjadi peningkatan kegempaan, khususnya Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal, hingga 15 Maret 2025 pukul 00.00 WIB terekam sebanyak 20 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo maksimum 6-25 mm dan durasi 6-25 detik.
“Gempa Vulkanik Dalam terekam sebanyak 15 kejadian dengan amplitudo maksimum 9-40 mm dan durasi 9-25 detik. Terekam tremor menerus sejak pukul 20.43 WIB dengan amplitudo maksimum 0,5-1 mm (dominan 0,5 mm),” kata Wafid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/3/2025).
Lebih lanjut Wafid menjelaskan, Pengamatan visual 15 Maret 2025 pukul 08.15 WIB menunjukkan tidak teramati adanya aktivitas hembusan gas dari arah kawah puncak. Grafik RSAM, yang mencerminkan energi gempa, fluktuatif dan polasedikit naik pada akhir periode pengamatan, pada tanggal 2 dan 17 Februari 2025 terjadi kenaikan pada grafik RSAM berkaitan dengan noise angin
“Tingkat aktivitas Gunung Kerinci saat ini adalah Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung” katanya.
BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Hindari Radius 3 Km dari Kawah Rawan Bahaya Lontaran Batu Pijar
Gunung Dukono Erupsi, Waspada Sebaran Abu Mengikuti Arah dan Kecepatan Angin
Wafid mengungkapkan, Potensi bahaya Gunung Kerinci saat ini berupa gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi secara tiba tiba, tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang signifikan.
Sehubungan dengan peningkatan kegempaan Gunung Kerinci, masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidakbertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kerinci, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, Kementerian/Lembaga, Pemda, dan instansi terkait lainnya.
Gunung Api Kerinci terletak di Kabupaten Kerinci – Jambi dan Kabupaten Solok Selatan,Sumatera Barat, dengan posisi geografis puncaknya di -1.697°LU, 101.264°BT, dan memiliki ketinggian 3805 mdpl.
(Usk)