Fiskal Jabar Minus Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Ajukan Utang Rp2 Triliun

dedi mulyadi apbd jabar defisit dedi mulyadi tambang bogor. dedi mulyadi fiskal jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan mengajukan pinjaman daerah senilai Rp2 triliun sebagai solusi jangka menengah menghadapi tekanan fiskal.

Keputusan tersebut diambil setelah kapasitas fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusut hampir Rp3 triliun. Kondisi itu mempersempit ruang belanja daerah menjelang penyusunan APBD 2026 dan berpotensi menghambat proyek strategis.

Tekanan Fiskal dan Risiko Proyek Tertunda

Penyusutan fiskal berdampak langsung pada kemampuan pembiayaan infrastruktur berskala besar. Sejumlah proyek prioritas terancam tertunda tanpa tambahan sumber pendanaan.

Beberapa proyek yang disebut membutuhkan kepastian anggaran antara lain:

  • Pembangunan Jalur Puncak II
  • Sejumlah underpass
  • Jembatan layang (flyover) di berbagai wilayah

Dedi menyatakan pengajuan pinjaman bukan keputusan spontan, melainkan hasil pertimbangan matang.

“Terus terang saja untuk mewujudkan itu, karena Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun, saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp2 triliun,” ujar Dedi di Gedung Sate Bandung, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan pelunasan pinjaman dirancang selesai sebelum masa kepemimpinannya berakhir pada 2030.

“Itu cicilannya sampai 2030. Selama saya memimpin, jadi tidak boleh lebih,” ujarnya.

Skema Kredit Sindikasi

Model pembiayaan yang dipilih adalah kredit sindikasi. Skema ini melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank BJB sebagai mitra pendanaan.

Pendekatan sindikasi dinilai dapat:

  • Membagi risiko pembiayaan
  • Menjaga stabilitas likuiditas perbankan daerah
  • Memperkuat mekanisme pengawasan pencairan dan pembayaran

Baca Juga:

Pemkot Bandung Targetkan 800 Unit Hunian di Proyek Rusunami Sadang Serang

Korban Banjir Pamarican Ciamis Dapat Bantuan Rp5 Juta dari KDM

Respons DPRD Jawa Barat

Di tingkat legislatif, DPRD Jawa Barat telah menerima surat resmi pengajuan pinjaman tersebut. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, menyebut opsi pinjaman sebagai langkah realistis di tengah keterbatasan pendapatan.

Ia menegaskan pembahasan lanjutan akan tetap mengacu pada arahan Kementerian Dalam Negeri terkait penyusunan APBD 2026.

Saat ini, rencana pinjaman Rp2 triliun masih dalam tahap komitmen antara eksekutif dan legislatif. Tahapan berikutnya akan menentukan jadwal pencairan serta alokasi rinci untuk proyek infrastruktur yang telah diprioritaskan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City