JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Dinamika komunikasi pemerintah kian mendapatkan sorotan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Prabowo sudah meminta kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk memperbaiki publik, dinilai masih belum tepat.
Wakil Menteri Pertanian sekaligus kader Gerindra, Sudaryono mengatakan, perbaikan komunikasi publik sangat untuk dilakukan. Terlebih, masih adanya segmen tertentu di masyarakat yang belum puas dengan pemerintah.
“Bernegara kan tidak bisa 100 persen senang semua, 100 persen berhasil semua. Pasti ada satu-dua (yang kurang suka), pelan-pelan (diperbaiki),” kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/3/2025).
Sudaryono mengatakan, salah satu menjadi sorotan adalah ketika adanya efisiensi anggaran. Saat itu, isu tersebut menjadi kontroversial.
Ia menilai, saat itu masyarakat perlu mendapatkan informasi lebih dalam, bukan hanya sekedar klarifikasi. Saat ini, berkaitan dengan isu revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
BACA JUGA:
IHSG Anjlok! Prabowo Sentil Maruarar dan Trenggono
KPK Dukung Prabowo Bikin Penjara di Pulau Kecil Khusus Koruptor
“Memang menjelaskan itu lebih sulit daripada menjawab tuduhan, itu lebih sulit daripada menuduh. Ya dong? Orang menuduh itu gampang, tapi menjawab tuduhan itu sulit, karena kita menjawab, begitu kita jawab, dia masih nuduh,” sambungnya.
Ia menyadari, bahwa tak ada yang sempurna dalam mengelola atau membangun sebuah negara. Apalagi, pemerintahan Prabowo masih berjalan sekitar lima bulan.
Sudaryono lantas menekankan, tidak bisa membangun negara dalam waktu singkat. Begitupun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Dalam waktu lima bulan ini kan lumayan ya terobosan dari pemerintah, ada Danantara, mengkonsolidasi semua. Kita bisa efisiensi yang sempat secara isu juga agak melenceng, kita perbaiki komunikasinya,” pungkasnya.
(Saepul/