BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dulu hanya dikenal sebagai desa tua dengan tambang batu terbengkalai dan rumah leluhur yang nyaris runtuh, kini Desa Youdian di wilayah Jinxi, Provinsi Jiangxi, China timur, menjelma menjadi destinasi wisata budaya dan alam yang memesona.
Transformasi luar biasa ini lahir dari program revitalisasi pedesaan nasional China, yang berfokus pada pelestarian warisan budaya dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
“Desa kami semakin ramai seiring bertambahnya pengunjung,” tutur Liu Meirong, warga berusia 74 tahun mengutip dari Antara.
Kini, ribuan wisatawan datang untuk menyaksikan arsitektur klasik Dinasti Ming dan Qing yang telah dipugar, lengkap dengan ukiran batu dan bata yang elegan, serta menikmati panorama danau biru jernih di kaki perbukitan Jinxi.
Dari Tambang Gersang ke Danau Indah
Beberapa tahun lalu, pemandangan Youdian jauh dari indah jalan terhalang pepohonan tumbang, tanah gersang, dan danau yang kini memesona dulunya hanyalah lubang tambang terbuka.
Menurut Mi Xiulan, pejabat dari Biro Sumber Daya Alam Jinxi, kondisi ekologis kala itu sangat memprihatinkan.
“Tanah begitu tandus sehingga bibit pohon yang ditanam oleh warga hampir tidak dapat tumbuh,” kenangnya.
Titik balik terjadi ketika pemerintah memprioritaskan revitalisasi pedesaan sebagai strategi nasional.
Sejak itu, dilakukan remediasi tanah, reintroduksi flora lokal, serta pembangunan infrastruktur hijau yang mengubah kawasan tandus menjadi ruang hidup penuh warna.
Rumah Tua Disulap Jadi Homestay Bersejarah
Warga setempat pun ikut merasakan manfaat perubahan besar ini. Hu Liang (38), warga asli Youdian, mengatakan rumah leluhurnya yang dulu nyaris roboh kini dipugar secara gratis.
“Gentengnya banyak yang runtuh dan baloknya rusak. Sekarang rumah itu saya sewakan ke perusahaan wisata, bisa dapat 2.000 yuan per tahun,” ujarnya.
Selain penginapan bergaya tradisional, desa juga menawarkan kafe tepi danau, rumah buku bawah air, hingga pusat pengalaman obat tradisional China semua dirancang agar wisatawan dapat menikmati budaya lokal sambil merasakan ketenangan alam.
Baca Juga:
Gandeng IPB, Desa Krandegan Pasang Alat Pemantau Cuaca Otomatis
Seratus Ribu Wisatawan dalam 10 Bulan
Berkat konsep wisata budaya yang terpadu, lebih dari 100.000 wisatawan mengunjungi Desa Youdian hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2025.
Pemerintah lokal berharap pariwisata ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tapi juga mendorong pemuda desa untuk kembali membangun kampung halaman.
Salah satunya adalah Hu, yang kembali dari Xiamen untuk bekerja sebagai pembuat roti di toko roti modern desa dengan gaji 6.000 yuan per bulan.
“Kalau semua berjalan lancar, saya ingin buka usaha sendiri di sini,” katanya penuh semangat.
Model Revitalisasi Pedesaan Masa Depan
Menurut Profesor Zhao Xia dari Universitas Pertanian China, proyek revitalisasi seperti di Youdian menjadi cetak biru masa depan pedesaan China.
Antara tahun 2026–2030, pemerintah akan terus memperluas pengembangan industri lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mencegah penurunan populasi desa.
Youdian kini menjadi simbol nyata bahwa desa bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan ruang masa depan yang hidup, hijau, dan penuh harapan tempat di mana tradisi dan modernitas berpadu dalam harmoni.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











