CSIIS Ungkap Dua Kesalahan Tom Lembong

Kasus Impor Gula Tom Lembong
Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong (Instagram @tomlembong)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Direktur Ekskutif Eksuktif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Jakarta, M Sholeh Basyari mengatakan, Kejaksaan Agung didesak nitizen, politisi serta kalangan civil society untuk mempresentasikan dasar hukum dan reasoning pengambilan Lembong.

“Sejauh ini, kejagung “berhasil” menghadirkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang kebijakan importasi gula tahun 2015-2016. Menariknya, BPK menolak bahwa data itu dari institusi berlambang Tri Dharma Arthasanthosa itu. Parahnya, Kejagung juga gagal menemukan kerugian faktual (factual lose) Lembong. Kerugian yang ada sifatnya adalah potential lose. Benarkah Lembong tidak bersalah? Benarkah penahannya karena “order”? ,” kata Sholeh kepada Teropongmedia.id, Kamis (07/11/2024).

Dua Kesalahan Lembong

Sebagai semacam country manager telik sandi, Lembong “bersalah” ketika dia menerima penunjukkan Jokowi sebagai Menteri Perdagangan (2015-2015). Masa dinas Lembong persis hanya satu tahun, atau tepatnya mulai 12 Agustus 2015 sampai dengan 27 juli 2016. Lembong adalah menteri perdagangan ke 30 sepanjang republik ini berdiri.

Sementara “kesalahan kedua” Lembong adalah kesediannya menjadi co-captain pencalonan Anies Baswedan sebagai Capres. Disebut kesalahan sebab Lembong gagal memenangkan Anies . Ini adalah satu-satunya kegagalan operasi Amerika di Indonesia sejak tahun 1965.

Lembong Pemain Shadow

Kata Sholeh,sebagai telik sandi, apalagi sekelas country manager, cover area Lembong idealnya Shadow power, kekuasaan bayangan. Justru dengan posisi sebagai shadow power, Lembong powerful, tidak tersentuh dan sulit ditemukan jejaknya.

Sebaliknya, ketika Lembong berada pada struktur kekuasaan, peran, jejak dan kesalahan Lembong mudah di-track. Baik kesalahan-kesalahan sewaktu berada di shadow dan lebih-lebih saat mengisi struktur kekuasaan.

“Shadow power yang bekerja di wilayah operasi tertentu, beda karakter dengan kegiatan dan agenda struktur kekuasaan yang bersifat programatik. Operasi-operasi telik sandi umumnya “tanpa SOP”. Telik sandi hanya mengenal operasi berhasil atau gagal,” jelasnya.

Sementara struktur kekuasaan cara kerjanya secara hierarkis diatur oleh UU, peraturan hingga juklak juknis. Serangkaian perangkat kerja ini, tampaknya kurang familier, tidak dimiliki apalagi digunakan oleh Lembong sebagai telik sandi. Kenapa? Karena sifat kerja-kerja telik sandi yang senyap, cepat dan “mematikan”.

Lembong Antara Struktur dan Shadow Power

Sebagai Mendag, kata dia, posisi Lembong dalam importasi gula yang disoal kejagung, sangat sentral. Benar bahwa impor era Lembong “sedikit”. Tetapi dengan melihat daya tahan gula yang hingga sepuluh tahun, dan dengan posisi Lembong yang hanya satu tahun sebagai Mendag , serta setelah itu “kembali” ke habitat aslinya sebagai shadow power (telik sandi), kabarnya dia terus bermain gula. Informasinya Lembong terus mendatangkan gula dari Thailand dan Vietnam setelah dia lengser.

Pola ini “aman” dengan sejumlah strategi dan trick. Gula-gula itu dikirim ke Indonesia tidak melalui pelabuhan-pelabuhan utama seperti Priok Belawan atau Perak. Gula-gula itu di-delivery ke pelabuhan-pelabuhan tikus sepanjang garis pantai yang kita punya.

Di saat lain, gula-gula itu secara bergelombang di pindah ke gudang-gudang milik induk koperasi korp berseragam seperti Pramuka, maupun lini usaha korp berseragam mirip Banser.

Kenapa Lembong disebut “Menghancurkan” Program Tebu untuk Bioetanol ??

“Operasi” yang dilakukan Lembong secara invisible hand terkait gula, menyebabkan kerugian nyata (factual lose). Kerugian itu terkonfirmasi oleh menurunnya produksi gula kita akibat banjirnya gula impor.

“Ketika mesin-mesin giling gula kita tidak terpakai maksimal di musim giling, otomatis limbah tebu sebagai bahan baku bioetanol, tidak tersedia,” bebernya.

Mata rantai tebu-mesin giling-limbah tebu dan produk turunan tebu, tidak beroperasi secara linier. Minimnya limbah tebu akibat rendahnya aktivitas pabrik gula, mengakibatkan proyek bioetanol berbahan limbah tebu, gagal.

BACA JUGA: Tim Penasehat Sebut Kejaksaan Tak Miliki Alat Bukti Cukup untuk Tahan Tom Lembong

Bola Liar Lembong

Publik menunggu “closing statement” Kejagung tentang Lembong. Apakah “bola liar’ Lembong ini tetap dipelihara di bidak catur politik kita? Jika ini pilihannya, besar kemungkinan Sang Paman akan “mengusik’ atau bahkan memanggil kembali (me-recall) kolega Lembong, yang saat ini pemegang kas negara. Jika ini terjadi, turbulensi bisa menerpa kabinet merah putih.

“Kita tunggu Istana merilis hasil pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan SBY, sepulang dari Merauke,” ucapnya.

 

(Agus Irawan/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Menu sahur
4 Menu Sahur Sehat dan Praktis untuk Anak
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sahur merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum menjalankan...

2

KTP Warga Israel
CEK FAKTA: KTP Warga Israel Beralamat di Cianjur
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beredarnya foto KTP elektronik atas nama warga negara Israel yang beralamat...

3

Desa Cisaat Subang
Menjelajah Desa Cisaat Subang, Saat Budaya dan Alam Menjadi Ruang Belajar Wisatawan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Udara pegunungan Ciater menyapa lembut begitu kaki menjejak Desa Cisaat....

4

IMG_4523
LLDIKTI Jabar Angkat Bicara Soal Polemik Universitas Bandung
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Problematika Universitas Bandung atau Bandung University akibat terhambatnya...

5

siswi digunduli cianjur
Viral Siswi SD Cianjur Digunduli Guru, KPAI Angkat Bicara!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons terkait viral siswi...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...