Bertaruh Nyawa Demi Sekolah, Siswa SMP di Medan Terpaksa Lewati Pipa Air Setiap Hari

-

Tidak ada video disisipkan.

MEDAN, TEROPONGMEDIA.ID – Di saat banyak anak berangkat sekolah dengan aman dan nyaman, keadaan yang berbeda justru terlihat di salah satu sudut kota Medan. Demi bisa sampai ke ruang kelas sejumlah siswa SMP terpaksa harus berjalan kaki di atas pipa PDAM yang membentang di atas sungai. Jalur sempit itu jelas menyimpan risiko dan jauh dari kata aman.

Kondisi ini terjadi di Gang Dama, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia. Sejak jembatan yang menjadi penghubung ambruk pada 2024 dan belum juga diperbaiki sampai saat ini, warga nyaris tidak memiliki jalan alternatif. Pipa air pun berubah fungsi terpaksa di jadikan jembatan darurat, termasuk oleh anak-anak yang setiap pagi berangkat sekolah dengan penuh harap.

Setiap langkah yang mereka jalani harus ekstra hati-hati. Sedikit saja terpeleset, nyawa bisa menjadi taruhannya. Namun risiko tersebut tetap mereka hadapi bukan karena nekat, akan tetapi karena keadaan yang memaksa. Sekolah tetap harus di jangkau, meski keselamatan menjadi taruhannya.

Bukan hanya para siswa yang merasakannya, warga sekitar pun menghadapi kondisi yang sama. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berbelanja, hingga kebutuhan rumah harus dijalani dengan melewati jalur berbahaya tersebut. Rasa camas seolah menjadi bagian dari keseharian yang sulit dihindari.

Kondisi ini akhirnya menarik perhatian Wali Kota Medan, Rico Waas yang turun langsung melihat kondisi tersebut. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Medan akan segera berkoordinasi dengan PT KAI, mengingat lahan tersebut merupakan aset perusahan tersebut. Bahkan ia berharap proses pembangunan jembatan baru bisa segera menemukan kejelasan. Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah pada akun Instagram @beritakotamedan, dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Bagi warga janji tersebut bukan sekedar rencana pembangunan. Itu adalah harapan sederhana untuk hadirnya jembatan yang aman, agar anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan mereka.

(Magang Unpas / Tihan Naila. A)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo