Berkaca Kasus Penyekapan, KDM Ingatkan Aparat Kewilayahan dan Orangtua Lebih Peka Lingkungan

-

Tidak ada video disisipkan.

GARUT, TEROPONGMEDIA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar dan jangan bersifat tak acuh.

Imbauan itu disampaikan terkait kasus penganiayaan dan penculikan oleh tersangka Taufik Hidayat terhadap kekasihnya yang berlangsung selama 3 tahun, tanpa ada yang mengetahuinya. Bahkan pihak keluarga pun kehilangan jejak korban cukup lama.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mengatakan kasus ini tidak akan terjadi jika pihak RT/RW aktif melakukan pendataan warganya, terutama jika ada pendatang. Aturan wajib lapor bagi tamu pendatang atau yang menginap lebih dari 1 x 24 jam harus kembali diterapkan.

“Problem kita acuh, lingkungan sudah tidak baik, aparat banyak semakin tidak peka, baru bergerak jika viral dan ramai. Kasus ini adalah cermin lingkungan abai,” kata Kang Dedi Mulyadi, Rabu (24/6/2026).

KDM menegaskan, pendataan tempat kos atau kontrakan harus tetap dilakukan, bukan hanya karena urusan retribusi atau pajak tetapi untuk mengidentifikasi keberadaan kos-kosan.

“Lurah, RT, RW pegang handphone. Ibu kos tinggal foto penghuni kos lalu laporkan untuk pendataan sebagai warga pendatang sementara, ini fotonya ini KTP-nya. Jadi jika ada masalah cepat teridentifikasi,” kata KDM.

Ia juga menyayangkan sikap orang tua yang acuh dengan pergaulan anaknya. Membiarkan anak pergi bahkan menginap dengan lelaki tanpa pengawasan dan rasa curiga.

“Anak-anak perempuannya jangan dilepas dengan bebas. Kalau pergi keluar daerah ya ditemenin, kalau pergi nginep ya harus ditemenin gitu, jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya,” ujar KDM.

Ia pun menyatakan pelaku laik untuk diberikan hukuman maksimal setimpal dengan perbuatannya yang sudah diluar batas. Meski demikian, pemberian hukuman tergantung hakim dalam persidangan nanti.

Terkait sayembara hadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang menemukan dan menangkap pelaku, KDM mengatakan hal itu sudah berakhir karena Polda Jabar sudah berhasil menangkap.

“Ya, sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. Kalau polisi yang menemukan nanti kita bicarakan,
ya kan takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda,” tuturnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City