Makna Tulisan “For Arghata” dan “14 Words” pada Senjata di Ledakan SMAN 72 Jakarta

Densus 88 Ungkap Sebaran Provinsi dengan Anak Terpapar Radikalisme True Crime Community
Senjata yang ditemukan di di area SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, usai insiden ledakan yang terjadi pada Jumat siang, 7 November 2025. (Instagram/info.jaksel)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah senjata jenis airsoft gun berwarna hitam bertuliskan “For Argatha” dan “14 Words’ ditemukan di area SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, usai insiden ledakan yang terjadi pada Jumat siang, 7 November 2025.

Meski berbentuk menyerupai senjata api, hasil pemeriksaan memastikan bahwa benda tersebut bukan senjata sungguhan.

“Setelah kami cek, itu hanyalah senjata mainan,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Namun, temuan itu tidak dianggap sepele. Di permukaan senjata tersebut terdapat tulisan-tulisan yang mengandung simbol ekstrem kanan dan nama pelaku teror internasional, yang memicu perhatian publik dan aparat keamanan.

Tulisan Radikal di Senjata Mainan

Beberapa tulisan yang ditemukan di badan airsoft gun itu antara lain “14 Words”, “For Agartha”, dan “Natural Selection”, serta nama-nama Brenton Tarrant, pelaku penembakan dua masjid di Selandia Baru pada 2019, dan Alexandre Bissonnette, pelaku penembakan masjid di Quebec, Kanada, pada 2017.

Foto senjata tersebut beredar luas di media sosial, menunjukkan detail tulisan putih di atas laras hitam. Polisi kemudian menyita airsoft gun itu bersama sejumlah barang bukti lain dan mengirimkannya ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menemukan kesesuaian antara beberapa barang bukti yang ada di rumah terduga pelaku dengan benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Sabtu (8/11/2025).

Makna “14 Words”

Mengutip Library of Congress Amerika Serikat, istilah “14 Words” merupakan slogan yang sering digunakan oleh kelompok supremasi kulit putih dan gerakan ekstrem kanan di berbagai negara. Kalimat lengkapnya berbunyi:
“We must secure the existence of our people and a future for white children.”

Slogan ini diciptakan oleh David Lane, anggota organisasi ekstremis Amerika “The Order” pada 1980-an. Angka 14 merujuk pada jumlah kata dalam kalimat tersebut, dan sering kali dikombinasikan dengan angka “88”, simbol neo-Nazi untuk ucapan “Heil Hitler”.

Makna For Argatha

Sementara itu, istilah “Agartha” berasal dari mitologi esoterik kuno yang menggambarkan dunia murni tersembunyi di dalam bumi. Dalam pemikiran kelompok ekstrem kanan modern, Agartha sering diartikan sebagai simbol “tatanan dunia murni” — utopia tanpa keberagaman dan perbedaan ras.

Kedua istilah ini kerap digunakan dalam propaganda digital, grafiti, dan forum daring ekstremis, sehingga kemunculannya di konteks sekolah menjadi indikasi serius adanya paparan ideologi radikal di kalangan remaja.

Baca Juga:

Polisi Telusuri Aktivitas Medsos Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta

Usai Dirawat Intensif, 67 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Bisa Pulang ke Pelukan Keluarga

Alarm Ekstremisme di Usia Dini

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menilai temuan simbol ekstrem kanan di SMAN 72 Jakarta adalah peringatan keras bagi dunia pendidikan nasional.

“Tragedi di SMAN 72 Jakarta harus dicatat sebagai alarm bahwa ancaman ekstremisme kekerasan di usia dini masih besar,” ujar Halili dalam siaran pers, Minggu (9/11/2025).

Ia menambahkan, narasi seperti “For Agartha” dan penyebutan nama-nama pelaku teror dunia menunjukkan bentuk keterpaparan ideologi kekerasan, bukan sekadar ekspresi iseng.

Menurut survei SETARA Institute tahun 2023, sekitar 0,6 persen remaja Indonesia telah terpapar ekstremisme, sedangkan 5 persen lainnya dikategorikan intoleran aktif. Meski tampak kecil, tren ini meningkat signifikan dibandingkan survei 2016.

Halili menegaskan pentingnya penguatan literasi kebangsaan, pendidikan toleransi, dan pencegahan radikalisasi di sekolah.

“Perundungan dan intoleransi di sekolah tidak boleh dianggap sepele. Itu bisa menjadi pintu masuk ideologi kekerasan,” tegasnya.

Kondisi Korban dan Perkembangan Penyelidikan

Polisi melaporkan 96 orang menjadi korban ledakan, dengan 29 di antaranya masih menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit.

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Densus 88, Puslabfor Mabes Polri, dan Polres Metro Jakarta Utara masih bekerja untuk memastikan sumber ledakan serta kemungkinan adanya motif ideologis di balik peristiwa ini.

Sementara, terduga pelaku yang merupakan siswa SMAN 72 Jakarta telah sadar setelah menjalani operasi di bagian kepala dan kini masih dirawat di ruang ICU.

“Sudah sadar, tapi masih dalam tahap pemulihan fisik dan psikis,” kata Kombes Budi Hermanto.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City