BANDUNG,TM.ID: Cerita Legenda Sangkuriang atau banyaknya yang mengenalnya dengan cerita tangkuban perahu, merupakan cerita rakyat yang masih familiar di era sekarang.
Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal sebuah cerita yang berasal dari Tataran Sunda ini.
Cerita Tangkuban Perahu melibatkan tokoh-tokoh utama seperti Dayang Sumbi, Tumang, dan Sangkuriang.
Dayang Sumbi, putri dari Raja Sumbing Perbangkara, yang meski cantik, menikah dengan Tumang, seorang dewa yang terkutuk menjadi anjing penjaga.
Pernikahan mereka melahirkan seorang anak bernama Sangkuriang, yang tanpa sengaja membunuh ayahnya sendiri. kemudia Sangkuriang diusir dari rumah oleh ibunya.
Hingga pada satu waktu, ketika ia kembali ke kampung halamannya, Sangkuring ingin menikahi ibunya sendiri.

Kisah Tangkuban Perahu ini tidak hanya menarik perhatian, tapi juga menyiratkan beberapa pesan moral, seperti di bawah ini.
1. Menepati Janji
Dayang Sumbi membuat janji untuk menikahi siapa pun yang berhasil mengambilkan benangnya, bahkan ketika seekor anjing sekalipun.
Pesan moralnya ialah ketika membuat janji kita harus menepatinya. Dengan catatan janji tersebut sesuai dengan norma moral, aturan agama, dan hukum.
2. Jujur dalam Sikap
Kisah ini menekankan pentingnya kejujuran. Dayang Sumbi seharusnya bersikap jujur sejak awal mengenai Tumang, ayah Sangkuriang. Sangkuriang juga seharusnya jujur ketika tanpa sengaja membunuh Tumang.
3. Pelarangan Pernikahan Orangtua dan Anak
Cerita ini mencerminkan bahwa dalam norma sosial, agama, dan hukum, pernikahan antara orangtua dan anak, baik itu ibu atau ayah dengan anak laki-laki maupun perempuan, tidak diperbolehkan.
4. Menolak Keberhasilan dengan Kecurangan
Meskipun Dayang Sumbi menggunakan kecurangan untuk menggagalkan usaha Sangkuriang, cerita ini menekankan bahwa kecurangan bukanlah pilihan yang baik.
Di dalam situasi sulit, mencari jalan keluar yang adil adalah langkah yang lebih bijaksana.
BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Tentang Gunung Tangkuban Perahu
5. Berhati-hati dalam Ucapan
Pesan moral terakhir dari cerita ini adalah pentingnya berhati-hati dalam berbicara.
Sumpah Dayang Sumbi untuk menikahi siapa pun yang mengambilkan benangnya mengakibatkan berbagai masalah dalam hidupnya.
Ketika menceritakan kisah sangkuriang atau cerita tangkuban perahu pada anak, jangan lupa untuk selalu menyelipkan pesan moral pada akhir cerita. Agar anak dapat mengambil hikmah dan menjadi pegangan dalam menapaki kehidupan selanjutnya.
(Vini/Aak)