Warga Dayeuhkolot Lapor ke KDM, Proyek SDA Jabar Diduga Ada Penyimpangan

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Proyek normalisasi dan pengerukan sedimentasi Sungai Cipalasari Dayeuhkolot yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat, menuai kritik dan kecaman masyarakat setempat.

Pasalnya, alih-alih mengeruk sedimentasi lumpur yang menjadi penyebab pendangkalan sungai, pegawai SDA Jawa Barat hanya sekadar mengangkat sampah dan meratakan tanah di pinggir sungai.

Lokasi normalisasi dan pengerukan yang dikerjakan Dinas SDA Jabar tersebut berada di sekitar Jembatan Sekegoong tepatnya di Jalan Mengger, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Salah seorang warga di sekitar Jembatan Sekegoong, Jamidin (50), mengaku sangat kecewa karena pengerjaan normalisasi dan pengerukan Sungai Cipalasari oleh petugas SDA Jabar tampak dilakukan asal-asalan.

“Ini jelas bukan pengerukan sedimentasi sungai. Yang dikerjakan cuma memindahkan tumpukan tanah di tepi dan mengangkut sampah yang terlihat saja. Lumpur tebal yang mengendap bertahun-tahun di dasar sungai sama sekali tak tersentuh,” ujar Jamidin dengan nada kecewa.

Ia mengaku heran mengapa para petugas SDA Jabar sama sekali tidak melakukan pengerukan sungai seperti halnya yang dilakukan Pentahelix Dayeuhkolot. Akibatnya, dasar sungai pun terlihat karena lumpur tebal sama sekali tidak diangkat.

“Kalau pengerjaannya asal-asalan begini, saya khawatir nanti banjir akan datang lagi. Sungai masih sangat dangkal karena karena lumpur tebalnya tidak dikeruk,” ujarnya.

Namun kritik warga tak berhenti pada aspek teknis semata. Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa cara kerja yang setengah hati ini bukan sekadar soal keterbatasan alat atau kemampuan.

Banyak juga warga yang bertanya mengapa anggaran yang dialokasikan untuk pengerukan sedimen seolah hanya dipakai untuk pekerjaan ringan mengangkat sampah? Warga menduga ada ketidaktransparanan dalam penggunaan dana proyek.

Diduga, sejumlah oknum memanfaatkan proyek pengerukan Sungai Cipalasari ini dengan cara memotong biaya penggunaan alat berat, diganti dengan pekerjaan manual, namun tetap mengklaim pekerjaan selesai sesuai kontrak.

Jika benar demikian, maka kerugian besar justru menimpa negara dan masyarakat, sementara keuntungan besar mengalir ke pihak-pihak tertentu yang tak bertanggung jawab.

Warga lainnya, sebut saja Budiman (bukan nama sebenarnya), menduga adanya permainan yang menguntungkan oknum tertentu di balik pengerjaan yang terkesan asal-asalan ini.

Berdasarkan pengamatan langsung dan peninjauan warga pada Rabu (1 Juli 2026), kondisi di lapangan jauh berbeda dari rencana yang dijanjikan. Ia menyebut pekerjaan itu tak memenuhi standar normalisasi sungai.

“Saya menduga ini pekerjaannya enggak bener. Masa judulnya normalisasi sungai dan pengerukan sedimentasi sungai, ini malah cuma mengangkat sampah. Keliatan banget nyari untung. Kemana anggarannya,” ungkap warga tersebut.

“Memang sampah sudah berkurang dan sudah terangkat, tapi dasar saluran masih penuh lumpur. Dikerjakan pun hanya dengan cara manual, tanpa alat berat yang memadai. Kalau begini, apa bedanya dengan sekadar menyapu permukaan saja?” tambahnya.

Kekhawatiran utama warga, lanjut dia, adalah risiko banjir yang takkan hilang. Selama ini pendangkalan akibat sedimen menjadi penyebab utama meluapnya air Sungai Cipalasari saat musim hujan.

“Jika dasar sungai tetap dangkal meskipun proyek sudah selesai, maka ketika hujan turun deras, air pasti kembali meluap dan merendam pemukiman warga. Gimana ini SDA Jabar enggak bener kerja teh. Harus diaudit tuh anggarannya,” ujar dia lagi.

Ia meminta pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan atau audit terhadap pelaksanaan proyek dan kesesuaiannya dengan anggaran yang tersedia. Selain itu, ia berharap pengerjaan dilanjutkan secara benar dengan menggunakan peralatan yang layak hingga sedimen di dasar sungai benar-benar terangkat.

“Jangan sampai proyek ini cuma jadi ajang mencari keuntungan segelintir orang, sementara kami kembali kebanjiran. Kami minta Dinas SDA Jabar dan Gubernur KDM turun tangan melihat pekerjaan anak buahnya yang enggak bener,” tegas Budiman mewakili warga.

Pihak SDA Jawa Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ketidakwajaran dan dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut. Warga pun berencana melaporkan temuan ini ke Dinas SD Jabar maupun ke Gubernur Jabar KDM.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait

KDM Kebut Pembangunan TPPAS Legok Nangka

INDRAMAYU, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT. JES) resmi melakukan Penandatanganan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerja Sama

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...