BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim BukitDuri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Mud Innovation Champion (IMC) pada Petroforia yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) STT Migas Balikpapan.
Kompetisi bertema “Enhanced the Energy Sustainability Along with Advanced Technology in the Era of Energy Transition” ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan solusi inovatif dalam pemanfaatan lumpur sebagai sumber daya bernilai tinggi di bidang teknologi, lingkungan, dan industri.
Bermodalkan semangat untuk mengasah kemampuan di bidang drilling fluids serta memanfaatkan waktu luang selama liburan, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ITB ini berkomitmen penuh dalam mengikuti kompetisi. Meskipun harus menghadapi tantangan perbedaan jarak dan zona waktu, mereka tetap mempersiapkan setiap detail proyek secara maksimal.
Tim BukitDuri mengusung inovasi sistem lumpur pengeboran yang dirancang khusus untuk sumur horizontal dengan inklinasi ekstrem hingga 102° dan kedalaman mencapai 11.000 kaki.
Sistem ini terdiri atas tiga fase utama, yaitu Spud Mud, HPWBM (High-Performance Water-Based Mud), dan RFiD (Recyclable Fluid for Drilling). Setiap fase lumpur disesuaikan dengan kebutuhan spesifik berdasarkan kedalaman dan jenis casing yang digunakan dalam pengeboran.
Keunggulan Inovasi
Keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada penerapan sistem daur ulang lumpur pengeboran. Teknologi ini memungkinkan fluida pengeboran digunakan kembali dengan efisiensi tinggi, sehingga dapat menekan biaya operasional sekaligus mengurangi limbah industri.
Selain itu, pendekatan ini mengadopsi teknologi real-time monitoring untuk memastikan kestabilan formasi, serta menggunakan Lost Circulation Materials (LCM) yang lebih ramah lingkungan guna mencegah kehilangan fluida ke formasi.
BACA JUGA:
Mahasiswa ITB Buat Keloré, Inovasi Permen Jeli Kaya Multivitamin
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
“Dengan kombinasi teknologi ini, sistem lumpur kami tidak hanya mendukung pengeboran yang lebih aman dan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan dalam industri migas,” ujar Michael Anjar Sanyoto, salah satu anggota tim BukitDuri, dikutip dari laman resmi ITB.
Mereka mengungkapkan bahwa pemilihan rekan tim yang tepat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Selain itu, komitmen terhadap waktu serta pembagian tugas yang jelas dan merata turut membantu mereka dalam menjalani kompetisi dengan optimal.
(Virdiya/Budis)