BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Demensia adalah gangguan penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi daya ingat, berpikir, serta interaksi sosial seseorang. Faktor usia, genetik, serta gaya hidup menjadi pemicu utama kondisi ini.
Selama bulan puasa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko demensia dan menjaga kesehatan otak. Berikut yang bisa dilakukan oleh penderita demensia saat puasa, simak dalam artikel ini untuk mengetahuinya
Menjaga Kesehatan Jantung
Penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan fibrilasi atrium meningkatkan risiko demensia.
Pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan menghindari rokok dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta menurunkan risiko demensia saat puasa.
Menjauhi Risiko Sindrom Metabolik
Sindrom metabolik yang mencakup obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah tinggi berkontribusi terhadap peningkatan risiko demensia saat puasa. Cara mengatasinya antara lain:
- Mengadopsi pola makan sehat
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur
- Mengontrol berat badan
Pola Makan Sehat untuk Kesehatan Otak
Makanan bergizi sangat penting dalam menjaga kesehatan otak dan jantung. Selama puasa, pastikan untuk mengonsumsi makanan kaya omega-3, vitamin B, serta antioksidan guna mendukung fungsi kognitif.
BACA JUGA:
Melatih Otak dan Menjaga Hubungan Sosial
Aktivitas mental seperti membaca, menghafal, atau mengikuti kajian agama dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Selain itu, menjaga interaksi sosial dengan keluarga dan teman-teman juga berperan dalam mencegah penurunan kognitif.
Berhenti Merokok
Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang menjadi faktor utama pemicu demensia saat puasa. Bulan puasa bisa menjadi momen yang tepat untuk mulai mengurangi kebiasaan merokok secara bertahap.
Dengan menerapkan pola hidup sehat selama bulan puasa, kamu tidak hanya memperoleh manfaat spiritual, tetapi juga kesehatan jangka panjang yang dapat mengurangi risiko demensia.
(Kaje/Aak)