BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Perjalanan jauh menggunakan mobil sering kali menjadi tantangan bagi sebagian orang. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah mabuk perjalanan atau motion sickness.
Gejala yang paling sering muncul adalah mual, pusing, dan ingin muntah, terutama saat duduk di kursi belakang mobil. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasan tentang mual saat duduk di kursi belakang mobil.
Penyebab Mual Saat Duduk di Kursi Belakang Mobil
1. Konflik Sensorik dalam Otak
Ketika seseorang duduk di kursi belakang mobil, otak menerima sinyal yang bertentangan dari berbagai sistem sensorik.
Mata melihat bahwa tubuh dalam kondisi diam di dalam mobil, tetapi telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan. Perbedaan informasi ini membingungkan otak, yang kemudian memicu reaksi mual dan pusing.
2. Posisi Duduk yang Lebih Rentan terhadap Guncangan
Kursi belakang mobil lebih jauh dari pusat kendali kendaraan, yaitu roda depan dan kemudi. Akibatnya, setiap kali mobil berbelok, berakselerasi, atau mengerem mendadak, penumpang di kursi belakang akan merasakan efek momentum lebih besar daripada mereka yang duduk di kursi depan.
Hal ini menyebabkan tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan gerakan kendaraan, yang akhirnya meningkatkan risiko mabuk perjalanan.
3. Sulit Melihat Jalanan secara Langsung
Ketika duduk di kursi depan, seseorang bisa langsung melihat jalan dan menyesuaikan persepsi gerakan dengan pergerakan mobil.
Namun, di kursi belakang, pandangan sering kali terhalang oleh kursi depan atau pilar mobil, sehingga kesulitan dalam menyesuaikan keseimbangan dan lebih mudah merasa pusing serta mual.
Faktor yang Memperburuk Mual di Kursi Belakang
Menurut penelitian dari Royal Automobile Club (RAC), terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan saat duduk di kursi belakang:
- Membaca buku atau menggunakan ponsel selama perjalanan (61%)
- Menggunakan tablet atau laptop (50%)
- Jalanan berliku dan tidak rata (37%)
- Kurangnya sirkulasi udara segar (32%)
- Tidak melihat ke luar jendela (30%)
Kombinasi dari faktor-faktor di atas dapat semakin memperparah mual, terutama saat perjalanan jauh atau kondisi jalan yang berliku.
Cara Mengatasi Mual Saat Duduk di Kursi Belakang
Jika harus duduk di kursi belakang dalam waktu lama, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan:
1. Pilih Posisi Duduk yang Stabil
Posisi duduk di tengah barisan belakang lebih stabil daripada duduk di atas roda mobil. Hal ini karena guncangan akibat pergerakan mobil lebih terasa di area roda.
2. Fokus pada Pandangan ke Luar Jendela
Melihat ke luar jendela, terutama ke garis horizon atau objek yang jauh, dapat membantu otak menyesuaikan persepsi gerakan dengan kenyataan yang terjadi.
3. Hindari Membaca atau Bermain Ponsel
Aktivitas seperti membaca buku, menonton film, atau menggunakan ponsel dapat membuat otak semakin bingung dalam menyesuaikan gerakan, sehingga mual akan lebih mudah terjadi.
4. Pastikan Sirkulasi Udara Cukup
Udara segar dapat membantu mengurangi rasa mual. Jika memungkinkan, buka jendela sedikit atau gunakan AC untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik.
5. Konsumsi Makanan Ringan Sebelum Perjalanan
Perut yang terlalu kosong atau terlalu kenyang dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan. Sebaiknya makan makanan ringan sebelum perjalanan dan menghindari makanan berlemak atau berminyak.
BACA JUGA:
Cegah Nyeri Pinggang Saat Perjalanan Mudik, Ini 6 Tips Efektif
6. Gunakan Minyak Aromaterapi atau Permen Jahe
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan gejala mabuk perjalanan. Menghirup aroma minyak kayu putih atau minyak peppermint juga dapat membantu meredakan rasa mual.
7. Gunakan Obat Anti Mabuk Jika Diperlukan
Jika sering mengalami mabuk perjalanan, bisa mempertimbangkan menggunakan obat anti mabuk yang dijual di apotek. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
(Kaje/Budis)