Saat Nataru, BPBD DKI Siagakan TRC 24 Jam Pantau Cuaca Ekstrim

bpbd
Foto Web -

Bagikan

JAKARTA,TM.id : Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) 24 jam untuk memantau potensi cuaca ekstrem saat Nataru. Keberadaan TRC di tempatkan di pusat komando dan di kelurahan.

“Kami ada ‘command center’ dan Pusdalops sekitar 15 orang piket memantau cuaca dan kondisi wilayah 24 jam,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Ismawa Adji di Jakarta, melansir Antara Rabu (21/12/2022).

Dia menjelaskan, tim tersebut juga memantau kondisi wilayah termasuk kelurahan dan bersiaga di gudang yang sewaktu-waktu dapat mempersiapkan logistik peralatan untuk penanganan dampak apabila terjadi bencana alam akibat cuaca ekstrem.

“Secara rutin kami selalu menginformasikan rilis BMKG. Nanti kami dengan Diskominfo tetap menginformasikan perkembangan cuaca khususnya jelang malam tahun baru,” kata mantan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan cuaca khususnya selama periode Natal dan tahun baru, yakni 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.

Wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi di Tanah Air yang diperkirakan mengalami cuaca ekstrem, yakni potensi hujan sedang hingga lebat.

BACA JUGA : BPBD Bangka Barat: Waspada Banjir Laut Pasang

Berdasarkan data analisis cuaca terbaru dari BMKG, dalam periode sepekan mendatang terdapat potensi signifikan dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia khususnya selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut di antaranya dipicu peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Selanjutnya, intensifikasi seruak dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Selain itu, adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.

BMKG juga memantau beberapa aktivitas gelombang atmosfer, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Lafaz doa menghilangkan jerawat
Lafaz dan Arti Doa Menghilangkan Jerawat
kita ke sana
Lirik Lagu KITA KE SANA - Hindia
Kurap di kaki
Jenis, Gejala dan Faktor Penyebab Kurap di Kaki
Nobody 2
Keren, Timo Tjahjanto Debut Jadi Sutradara Film 'Nobody 2'
VOLKSWAGEN CHATGPT (1) (1)
Mobil Volkswagen Adopsi Kecerdasan ChatGPT, Manfaat Bagi Pengemudi
Berita Lainnya

1

Kalahkan Italia 1-0 Spanyol Lolos Babak Knockout Euro 2024

2

Travis Scott Ditangkap Lantaran Mabuk Berat dan Masuk Tanpa Izin

3

Resesi Seks China Makin Parah, Pemuda Rela Bayar AI Demi Dapat Pasangan

4

Fakta Baru Kematian Scott Weiland Diungkap Mantan Istri, Bukan Overdosis!

5

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Bromo
Headline
Tamayo Perry Aktor Pirates Of The Caribbean Tewas
Tamayo Perry, Aktor Pirates Of The Caribbean Tewas Diserang Hiu di Hawaii
Kepala Sekolah SMAN 10 Kota bandung
Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana Bos Rp664 Juta
Ribuan Ojol Geruduk Gedung Sate
Ribuan Ojol Geruduk Gedung Sate, Tolak Pemberlakuan Tarif Murah
UEFA Perketat Keamanan Euro 2024
UEFA Perketat Keamanan Euro 2024 Imbas Cristiano Ronaldo Diserbu Fans Cilik