Rumor Sri Mulyani Mundur dari Kabinet, karena Anggaran Negara Berantakan?

sri mulyani mundur (2)
(Instagram/srimulyani)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Munculnya isu pengunduran diri Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjadi bahan perbincangan hangat publik.

Apalagi isu kian berkembang, terutama setelah bersangkutan tidak memberikan tanggapan yang jelas pada awak media seolah memberikan isyarat.

Meski, Sri Mulyani masih menjalani kewajiban sebagai Menteri Keuangan, termasuk melaporkan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Namun, yang menjadi bahan pertanyaan, penundaan pengumuman laporan APBN yang biasanya dirilis tepat waktu. Lantas, adakah relevansi dengan isu tersebut?

Pertemuan Sri Mulyani dan Prabowo sebelum Isu Mundur

Akan tetapi, pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi spekulasi miring. Padahal, pertemuan itu diklaim sebagai ajang buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta.

Terlebih, pertemuan itu juga membahas mengenai APBN. Ia melaporkan kondisi keuangan negara. Setelahnya, dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, yang menunjukkan bahwa ia masih aktif menjalankan peranannya dalam kabinet.

BACA JUGA:

Defisit APBN Februari 2025 Bengkak Jadi Rp 31,2 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Sri Mulyani Bahas Coretax Mendadak Rapat Tertutup, Kenapa?

Saat ditanya langsung oleh wartawan mengenai kabar pengunduran dirinya, Sri Mulyani memilih untuk tidak memberikan jawaban yang jelas. Ia hanya tersenyum tanpa memberikan konfirmasi ataupun penolakan terhadap spekulasi tersebut.

Setelah pertemuan dengan Presiden, Sri Mulyani hanya menyampaikan bahwa dirinya melaporkan perkembangan APBN tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai isu yang beredar. Kemudian, ia segera meninggalkan lokasi tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Sikap yang terkesan enggan memberikan penjelasan ini semakin memperburuk spekulasi yang berkembang di masyarakat. Hingga kini, publik masih menantikan pernyataan resmi dari Sri Mulyani atau pihak pemerintah terkait hal tersebut.

“Saya hanya melaporkan perkembangan APBN, dan sebagainya,” ujar Sri Mulyani melansir Antara, Jumat (14/03/2025).

Selain isu pengunduran dirinya, publik juga memperhatikan keputusan Sri Mulyani untuk menunda pengumuman laporan APBN KiTa untuk periode Januari-Februari 2025. Laporan yang biasanya diterbitkan secara rutin mengalami keterlambatan, yang menjadi sorotan media.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena data APBN yang masih belum stabil dan memerlukan waktu lebih untuk memastikan akurasi informasi yang akan disampaikan kepada publik. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut harus didasarkan pada data yang valid untuk menghindari salah interpretasi.

“Banyak pertanyaan mengenai hal ini, terutama pada bulan Februari saat tidak ada pengumuman untuk APBN kita bulan Januari. Kami melihat bahwa data APBN belum stabil dan perlu waktu lebih untuk memastikan hasil yang akurat,” ujar Sri Mulyani.

Defisit APBN 

Dalam konferensi pers terbaru, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa hingga akhir Februari 2025, APBN mengalami defisit sebesar Rp 31,2 triliun atau setara dengan 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun demikian, defisit ini masih berada dalam batas yang ditetapkan dalam APBN 2025, yang mematok defisit maksimal sebesar 2,3% dari PDB atau sekitar Rp 616,2 triliun.

Pemerintah telah merealisasikan belanja negara sebesar Rp 348,1 triliun, dengan rincian:

  • Rp 211,5 triliun untuk belanja pemerintah pusat, termasuk kementerian/lembaga dan non-K/L
  • Rp 136,6 triliun untuk transfer ke daerah, yang telah mencapai 14,9% dari target tahun ini

Meskipun ada defisit, realisasi belanja dan pendapatan negara masih dalam koridor yang telah direncanakan pemerintah.

Pendapatan Negara Januari-Februari 2025 

Pendapatan negara pada dua bulan pertama tahun 2025 menunjukkan hasil yang bervariasi. Sri Mulyani menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi angka pendapatan dan belanja negara, yang memerlukan analisis lebih lanjut sebelum diumumkan kepada publik.

Transfer ke daerah juga menunjukkan progres yang pesat, di mana hingga akhir Februari sudah mencapai Rp 136,6 triliun dari target total Rp 919 triliun. Sementara itu, efisiensi dan pengelolaan anggaran menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Sri Mulyani menegaskan bahwa penundaan laporan APBN KiTa dilakukan untuk memastikan bahwa data yang disampaikan dapat mencerminkan kondisi ekonomi dengan akurat dan transparan, guna menghindari salah tafsir dari masyarakat atau pelaku pasar.

“Kami menunggu data yang lebih stabil agar laporan mengenai pelaksanaan APBN KiTa 2025 dapat lebih dipertanggungjawabkan dan tidak terjadi kesalahan interpretasi,” jelasnya.

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Marco Bezzecchi
Hasil Practice MotoGP Australia 2026: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Tempel Ketat di Posisi Ketiga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Marco Bezzecchi menunjukkan kecepatan impresif pada sesi practice MotoGP...
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...