Raker Dengan Kemendag Tetiba Batal, DPR Pertanyakan Alasannya

Anggota Komisi VI DPR, Deddy Yevri Sitorus. (foto Antara)

Bagikan

JAKARTA,TM.ID: Anggota Komisi VI DPR, Deddy Yevri Sitorus, mempertanyakan alasan pembatalan rapat kerja (raker) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang seharusnya digelar di Jakarta, Rabu (14/12/2022).

Deddy mengingatkan, bahwa Kamis sudah diagendakan rapat paripurna penutupan masa sidang, sedangkan belum ada kejelasan tentang penyerapan anggaran menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

“Kamis sudah penutupan masa sidang, tapi rapat terakhir ditunda tanpa kejelasan dari Kementerian Perdagangan,” kata Deddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

Deddy menyebut, dua kali rapat yang sudah diagendakan dalam kurun waktu satu bulan ini dibatalkan tanpa kejelasan dari Kemendag.

BACA JUGA: Pencopotan Eks Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani Berujung Gugatan Hukum

“Sebagai Anggota DPR, saya terus terang merasa tersinggung oleh arogansi Menteri Perdagangan (Zulkifli Hasan),” kata dia, melansir Antara.

Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut Deddy, baru kali ini ada mendag yang berperilaku tidak kooperatif dan cenderung arogan.

Selama ini, kata dia, tidak pernah ada masalah dalam komunikasi atau kerja sama antara Komisi VI dengan mendag.

“Yang ini beda. Seharusnya, sebagai orang politik dan mantan legislator, Zulkifli Hasan paham tugas konstitusional dan pentingnya kemitraan yang saling menghormati satu sama lain,” katanya.

Sebagai agenda penutup tahun dan memasuki libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Komisi VI DPR RI menggelar raker untuk mengevaluasi penyerapan anggaran serta kesiapan komoditas pangan dan bahan penting lainnya.

Artinya, kata Deddy, saat ini krusial, di mana Komisi VI ingin memastikan bahwa anggaran terserap dan Pemerintah telah siap dalam hal ketersediaan serta pengendalian harga barang pokok.

“Akan tetapi, kali ini Komisi VI tidak bisa melaksanakan kedua agenda penting tersebut karena sikap menteri perdagangan yang cenderung memutus komunikasi dan secara sepihak membatalkan rapat,” tambahnya.

Oleh karena itu, Deddy meminta Presiden Jokowi mengingatkan para menteri yang tidak melaksanakan kewajiban dengan sungguh-sungguh dan tidak berniat baik. Deddy menduga Zulkifli Hasan sengaja menghindar dari Komisi VI DPR RI agar leluasa menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan politiknya sendiri.

“Hal itu sudah terbukti dari blunder program penyaluran minyak goreng Pemerintah, yang dijadikan arena kampanye dan hanya disalurkan melalui jalur politik sang menteri. Saya berharap agar presiden mengingatkan menteri perdagangan tentang pentingnya hubungan harmonis antara kementerian dengan mitranya di DPR,” ujar Deddy.

(Agung)

 

 

 

 

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Ilmu Rawarontek
Rahasia 'Rawarontek', Mitos Ilmu Kekal Abadi dari Pulau Jawa
Sejarah Rahwana
Kisah Rahwana dalam Ramayana Hingga Kematianya
Laura Moane Cantik
Putus dari Al Ghazali, Laura Moane Tampul Semakin Cantik
Tips dan Teknik Berkuda
Dijamin Aman! Ini Tips dan Teknik Dasar Berkuda untuk Pemula
Apa itu Golden Visa
Apa itu Golden Visa, Seperti yang Diberikan kepada Shin Tae-yong? 
Berita Lainnya

1

Buah Batu Corps Dukung Kang Arfi Rafnialdi Maju Pilwalkot Bandung 2024

2

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

3

Viral Mobil Menag Yaqut Terabas Jalur Busway, Kemenag: Nggak Tiap Hari Kan

4

PT. Tekindo Energi dan PT. GMG, Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Halteng

5

Kukuhkan Pengurus PPM Kota Bandung 2023-2028, Robby Gumelar: Bersatu untuk Bangun Bandung Lebih Baik
Headline
Diskar PB Kota Bandung Catat 163 Kasus Kebakaran
Diskar PB Kota Bandung Catat 163 Kasus Kebakaran
Bill Crook Mantan Bassis Spiritbox Meninggal Dunia
Bill Crook Mantan Bassis Spiritbox Meninggal Dunia
Golden Visa Shin Tae-yong
Presiden Jokowi Berikan Golden Visa untuk Shin Tae-yong
muhammadiyah izin tambang
SAH Muhammadiyah Terima Izin Usaha Tambang Ormas Keagamaan