Di Luar Ekspektasi, Peserta JKN Melesat Capai 248 Juta Lebih

Jumlah Peserta JKN Melesat, Selasa 18 Juli 2023
Umi Rahmawati, warga Kelurahan Rogodadi, Kecamatan Buayan, Kebumen, Jawa Tengah, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (Foto: laman BPJS Kesehatan)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TM.ID:  Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan, jumlah kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bergerak lebih cepat dibanding negara-negara lain. Bahkan pada tahun 2022 lalu, pencapaian peserta JKN melesat, sudah mencapai angka lebih dari 248 juta.

“Pada 2022 pencapaian Indonesia itu sudah 248 juta lebih peserta. Kalau dilihat sampai detik ini, sudah 258.321.423 orang menjadi peserta BPJS Kesehatan,” kata Ghufron dalam agenda public expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun Buku 2022 di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (18/7/2023).

Peserta JKN Melesat

Ghufron menjelaskan, merujuk pada Jurnal Lancet, skema pembiayaan asuransi kesehatan di dunia dibagi ke dalam bentuk pajak dan asuransi kesehatan sosial. Skema pembiayaan asuransi melalui pajak umumnya diadopsi oleh sejumlah negara persemakmuran Inggris.

“Inggris itu tidak ada usaha mengumpulkan uang kontribusi dari satu orang, ke satu orang, seperti yang dilakukan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

BACA JUGA: Kelola Dana Amanat, BPJS Kesehatan Gelontorkan Klaim Rp113,47 T

Adopsi skema Otto Von Bismarck Jerman

Sedangkan skema pembiayaan yang diadopsi oleh Indonesia, yakni berupa asuransi kesehatan sosial yang hampir mirip dengan skema kebijakan di Jerman melalui Otto Von Bismarck.

“Otto Von Bismarck hampir mencapai Universal Health Coverage (UHC) memerlukan waktu 127 tahun,” katanya.

Bahkan Belgia saja membutuhkan waktu sampai 118 tahun untuk mencapai UHC. Dari sekian banyak negara, Korea Selatan adalah yang tercepat dalam pencapaian UHC, yang hanya 12 tahun saja.

“Yang paling cepat adalah Korea Selatan 12 tahun,” katanya.

BACA JUGA: Peserta BPJS Kesehatan Apakah Bisa Mencairkan Dananya?

UHC Indonesia Lebih Cepat dari Korea Selatan

Capaian UHC Indonesia sendiri,kata dia, sekitar 92 persen lebih dari total populasi, yang berhasil diraih dalam 10 tahun. Jelas, capaian angka tersebut menyalip capaian UHC Korea Selatan.

Sedangkan yang menerapkan skema tunggal, mungkin yang terbesar hanyalah Indonesia untuk level dunia. bahkan negara besar seperti Inggris pun, tidak sampai 120 juta orang.

“Apalagi ASEAN tidak ada yang sampai 200juta seperti Indonesia,” jelasnya.

Terkait kemudahan akses JKN, sangat dirasakan oleh Umi Rahmawati (36) warga Kelurahan Rogodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Umi beropini, berdasarkan pengalamannya semenjak terdaftar sebagai peserta JKN, ia dan keluarga telah beberapa kali memanfaatkan Program JKN untuk berobat ke Puskemas Buayan.

BACA JUGA: Tingkatkan Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Bandung Perkuat Sinergi dengan Awak Media

Umi yang saat ini berstatus sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah Dasar (SD) Rogodadi, mengaku bahwa dirinya baru mengetahui terdaftar JKN pada bulan Juni 2022 lalu.

Bahkan ia baru mengetahui telah terdaftar sebagai peserta JKN saat akan melahirkan anak ketiganya. Kala itu, petugas Puskesmas Buayan memintanya untuk mengunduh dan meregistrasi Aplikasi Mobile JKN.

“Sebelumnya kan memang belum punya. Setelah cek di Aplikasi Mobile JKN, ternyata sudah terdaftar. Kemungkinan didaftarkan sejak pengangkatan,” ujar Umi.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Luncurkan ETF Emas di Pasar Modal Indonesia
OJK Luncurkan ETF Emas di Pasar Modal Indonesia
bank-bjb-pra-event-broder-trail
Dapatkan Tiket BRODER50 dengan Menabung di bank bjb Demi Lari di Padang Pasir Bromo
WhatsApp Image 2026-08-08 at 16.29
OJK Jabar Raih IWEB Financial Literacy and Education Partnership Award 2026
maxresdefault
Persib Siapkan Benteng untuk Musim Padat, Danijel Loncar Jadi Rekrutan Terbaru
WhatsApp Image 2026-08-08 at 22.01
Raih Pendanaan PKM RE Kemendiktisaintek 2026! Mahasiswi Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Jamu Nanopartikel Daun Salam Berbasis PlantCrystal sebagai Kandidat Pendekatan terhadap Kekakuan Arteri pada Hipertensi
Berita Lainnya

1

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-10 at 18.25
Wali Kota Bandung Titip Pesan Kebangsaan kepada Paskibraka, Bukan Sekadar Baris-Berbaris
WhatsApp Image 2026-08-08 at 17.03
Farhan: Komunitas Turut Perkuat Pariwisata dan Promosi Kota Bandung
WhatsApp Image 2026-08-07 at 13.48
Mumpung Kemarau, KDS Dorong Percepatan Normalisasi Sungai di 12 Kecamatan
WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.16
Pemkot Bandung Pastikan Hak Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Terjamin