BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hari asyura merupakan salah satu hari penting dan istimewa bagi umat islam. Adanya puasa Asyura juga untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram.
Berikut ini peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram dan dzikir yang dapat diamalkan pada hari asyura ini.
Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi dan Rasul
1. Allah SWT menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam sebagai manusia pertama dan menempatkannya di surga.
2. Setelah melanggar perintah Allah dan memakan buah terlarang, Nabi Adam dan Hawa bertobat, dan Allah menerima taubat mereka.
3. Ketika banjir besar melanda, perahu Nabi Nuh ‘alaihissalam berhenti di Bukit Judi, menandai akhir dari banjir tersebut.
4. Setelah banjir besar surut, Nabi Nuh dan para pengikutnya turun dari perahu dan memulai kehidupan baru di muka bumi.
5. Setelah ditelan oleh ikan paus, Nabi Yunus berdoa kepada Allah dan akhirnya dikeluarkan dari perut ikan tersebut.
6. Setelah Nabi Yunus kembali ke kaumnya, mereka bertobat dan Allah menerima taubat mereka.
7. Nabi Ibrahim lahir di lingkungan yang penuh dengan penyembahan berhala, namun Allah memilihnya untuk membawa risalah tauhid.
8. Nabi Ibrahim selamat dari api yang disulut oleh Raja Namrud, sebuah mukjizat dari Allah SWT.
9. Nabi Yusuf yang dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya diselamatkan dan dibawa ke Mesir.
10. Setelah bertahun-tahun terpisah, Nabi Yusuf bertemu kembali dengan keluarganya di Mesir.
11. Penglihatan Nabi Ya’qub kembali normal setelah mencium baju Nabi Yusuf yang telah dioleskan dengan wewangian.
12. Nabi Ayyub disembuhkan dari penyakit parah yang menimpanya setelah bertahun-tahun bersabar.
13. Allah mengampuni dosa-dosa Nabi Daud setelah beliau memohon ampun dengan penuh keikhlasan.
14. Laut merah terbelah, memberikan jalan bagi Nabi Musa dan pengikutnya untuk melarikan diri dari kejaran Fir’aun.
BACA JUGA: Cek, Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura!
15. Fir’aun dan tentaranya tenggelam di laut merah ketika berusaha mengejar Nabi Musa dan kaumnya.
16. Nabi Isa lahir dengan mukjizat Allah dari rahim Maryam, seorang perawan yang suci.
17. Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah untuk menyelamatkannya dari penyaliban.
18. Para pemuda ashabul Kahfi yang bersembunyi di dalam gua dijaga oleh Allah dan dibolak-balikkan tubuhnya selama mereka tidur.
19. Penciptaan ruh Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari penciptaan awal alam semesta.
Dzikir Hari Asyura
- سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْش
Arab-latin: Subḫânallâhi mil-al mîzani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi.
Artinya: “Mahasuci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan ‘arsy.”
- وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ
Arab-latin: Walḫamdulillâhi mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi.
Artinya: “Segala puji bagi Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan ‘arsy.”
- لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ
الْعَرْشِ
Arab-latin: Lailahaillallâhu mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan ‘arsy.”
- اَللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ
Arab-latin: Allâhu Akbaru mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridha wa adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi.
Artinya: “Allah Mahabesar sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan ‘arsy.”
- لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ
Arab-latin: Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi mil-al mîzâni wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa ‘adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi.
Artinya: “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, jumlah nikmat-nikmat dan timbangan ‘arsy.”
- لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ
Arab-latin: Lâ malja-a wa lâ manjâ minallâhi illâ ilaih.
Artinya: “Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya.”
- سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
Arab-latin: Subḫanallâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti.
Artinya: “Mahasuci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.”
BACA JUGA: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram dan Waktu Pelaksanaannya!
- اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
Arab-latin: Alḫamdulillâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti.
Artinya: “Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.”
- لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
Arab-latin: Lâ ilâha illallâh ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti.
Artinya: “Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.”
- اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
Arab-latin: Allâhu akbar ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimâtillâhit tâmmâti.
Artinya: “Allah Mahabesar sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.”
- لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
Arab-latin: Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti.
Artinya: “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.”
- حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Arab-latin: Hasbunallâhu wa ni’mal wakîl ni’mal maulâ wa ni’man nashîr.
Artinya: “Allah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.”
- وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
Arab-latin: Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallama tasliman katsira(n).
Artinya: Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau dengan keselamatan yang berlimpah.
Penulis bacaan doa hari Asyura 10 Muharram di atas ialah Syekh Sulaiman al-Jalam dalam Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Syarhil Manhaj, Juz II: 348.
(Virdiya/Aak)