BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pekan lalu pergerakan tanah terjadi di ruas Jalan Tol Cisumdawu kilometer 177 tepatnya di blok Binong-Bojongtotor, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan pergerakan tanah di Tol Cisumdawu kilometer 177 menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan tol. Selain itu, barrier beton retak dan badan jalan yang mengalami amblas.
“Ini menyebabkan pengalihan jalur cepat dan pengalihan seluruh kendaraan ke jalur lambat,” ucap Kapolres Sumedang AKBP Joko melalui Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, Jumat (23/5/2025).
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol PT Citra Karya Jabar Tol. Mereka membenarkan beberapa titik ruas tol mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.
Baca Juga:
Seorang Warga di Cikahuripan Lembang Diduga Terseret Longsor, Masih Dalam Pencarian
Jembatan Terapung Cijeruk Roboh Kedaraan Bermotor Terjabak
Selain itu, pada kilometer 204 Jembatan Cikadongdong Blok Cacaban Conggeang, tiang penyangga jembatan mengalami pergeseran yang membutuhkan perbaikan dalam jangka waktu hingga satu tahun. Termasuk mahkota longsoran mencapai panjang 170 meter dan tinggi sekitar 300 meter, menyebabkan jalan tol amblas hingga 50 sentimeter.
Terdapat 60 unit rumah warga di Dusun Bojongtotor juga berada dalam ancaman langsung. Selanjutnya, penanganan cepat dan tepat untuk mencegah korban jiwa terus dilakukan.
“Jika pergerakan tanah terus berlanjut, jalur Tol Cisumdawu arah Majalengka akan ditutup dan kendaraan dialihkan ke Gerbang Tol Sumedang dan Pamulihan,” kata dia.
Ia melanjutkan hingga Kamis (22/5/2025) kemarin sudah dipasang rambu rambu dan perbaikan jalan oleh pihak pengelola menggunakan alat berat. Pemasangan rambu di sepanjang jalur dari arah Cirebon atau arah Bandung.
“Petugas masih terus patroli melakukan pemantauan,” pungkasnya. (usamah kustiawan)