Pelayanan Humanis dan Tanpa Stigma, Puskesmas Garuda Perkuat Harapan ODHIV di Kota Bandung

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pendekatan pelayanan yang komprehensif, humanis, dan tanpa stigma menjadikan Puskesmas Garuda sebagai salah satu rujukan utama layanan HIV di Kota Bandung.

Melalui sistem layanan terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, ratusan Orang Dengan HIV (ODHIV) mampu bertahan menjalani pengobatan secara rutin dan berkelanjutan.

Pengelola Program HIV Puskesmas Garuda, Dwi Juniarti Rasmedi, menjelaskan, layanan HIV di Puskesmas Garuda dirancang menyeluruh, tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan dukungan psikososial.

“Layanan HIV di sini meliputi tes HIV, tes dan pengobatan Infeksi Menular Seksual (IMS), terapi antiretroviral (ARV), skrining TBC, skrining hepatitis B dan C, layanan harm reduction, PrEP untuk pencegahan HIV, serta rujukan layanan psikolog,” jelas Dwi di Puskesmas Garuda.

Ia menerangkan, skrining TBC dilakukan secara rutin setiap kali kunjungan pasien, sementara skrining hepatitis B dan C dilakukan minimal satu kali dalam setahun.

Hal ini penting karena ODHIV memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit infeksi oportunistik.

Baca Juga:

Hari AIDS Sedunia, 1,96 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Hidup Dengan HIV

Farhan Waspadai 70 Ribu Kasus HIV Tersembunyi di Bandung, Serukan Gerakan Tanpa Stigma

Hingga November 2025, tercatat 177 ODHIV aktif menjalani terapi ARV secara rutin di Puskesmas Garuda. Mayoritas pasien berada pada rentang usia 19 hingga 35 tahun, atau usia produktif.

“Ini menjadi perhatian serius karena mereka adalah generasi produktif. Kalau kesehatannya terjaga, mereka tetap bisa bekerja dan berkarya,” ujarnya.

Dwi memastikan ketersediaan obat ARV saat ini dalam kondisi aman. Meski demikian, program pengambilan obat untuk jangka waktu tiga bulan sekaligus (multi-month dispensing) belum sepenuhnya bisa diterapkan karena keterbatasan stok.

Selain layanan medis, Puskesmas Garuda juga didukung pendampingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Salah satunya LSM Srikandi Pasundan, yang berperan aktif dalam penjangkauan dan pendampingan ODHIV.

Pendamping lapangan LSM Srikandi Pasundan, Ian menjelaskan, tugas LSM adalah menjangkau kelompok berisiko, mengajak tes HIV, serta memastikan pasien yang terdeteksi positif mau mengakses layanan kesehatan dan tidak putus pengobatan.

“Kami menjangkau di lapangan, lalu merujuk ke puskesmas. Kalau hasilnya positif, kami dampingi supaya tetap berobat dan patuh minum obat,” kata Ian.

Menurutnya, tantangan terbesar di lapangan adalah stigma, ketakutan mengetahui hasil tes, hingga kejenuhan pasien dalam menjalani pengobatan jangka panjang. Bahkan, ada pasien yang memilih berhenti minum obat dan beralih ke pengobatan alternatif.

“Kalau berhenti berobat risikonya besar. Ada yang akhirnya drop, bahkan meninggal. Itu yang selalu kami ingatkan,” ujarnya.

Ian juga mengungkapkan, sebagian besar pasien yang berobat di Puskesmas Garuda justru berasal dari luar Kota Bandung, seperti Jakarta, Sukabumi, Subang, hingga Tangerang.

“Mereka merasa nyaman di sini. Ada yang rela datang jauh-jauh sebulan sekali karena merasa dilayani dengan baik,” katanya.

Kenyamanan layanan tersebut dibenarkan oleh salah seorang pasien ODHIV asal Bandung yang namanya disamarkan.

Ia mengaku mulai menjalani pengobatan sejak 2022 setelah mengalami penurunan berat badan drastis dan kondisi fisik yang terus melemah.

“Berat badan saya turun jauh, tenaga drop. Dari situ saya langsung periksa dan akhirnya rutin berobat di sini,” tuturnya.

Ia mengungkapkan sempat memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat mencoba mengakses layanan di luar Bandung.

Perlakuan yang bernuansa stigma membuatnya memilih kembali ke Bandung.

“Di luar kota saya sempat dimarahi dan dihakimi. Di sini beda, pelayanannya ramah, tidak menghakimi, malah dikasih arahan supaya tetap sehat,” katanya.

Berkat kepatuhan menjalani terapi ARV, kondisi kesehatannya kini stabil dan berat badan kembali ideal. Ia pun mengajak sesama ODHIV untuk tidak menyerah dan tetap disiplin minum obat.

“Minum obat itu kunci hidup. Jangan benci diri sendiri, berdamai dengan keadaan, dan tetap jaga kesehatan,” pesannya.

Dengan layanan yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan, Puskesmas Garuda terus memperkuat perannya sebagai ruang aman bagi ODHIV di Kota Bandung, sekaligus contoh pelayanan kesehatan publik yang berorientasi pada kemanusiaan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Hepatitits- B-Penyebab- dan-Gejalanya

Hepatitis B Penyebab dan Gejalanya

BANDUNG, TM.ID: Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh “Virus Hepatitis B” (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa dirinya akan melakukan pendataan terhadap seluruh pondok pesantren (ponpes) terlebih dahulu.
Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sejumlah ruko di Blok 3 kawasan Pasar Soreang dilaporkan ambruk pada...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...