BANDUNG,TM.ID: Sebagai hamba yang meyakini adanya kematian, berharap selalu berujung agar meninggal dunia dalam husnul khatimah, apalagi dalam bulan Ramadan yang penuh kebaikan.
Jika dikatakan bulan ini pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup, apakah menjadi sebab siapapun yang wafat menjamin masuk surga?
Pendapat Ulama Meninggal saat Bulan Ramadan
Melansir laman Nahdlatul Ulama, Riwayat Abu Hurairah ymenyebutkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu di mana pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hadis ini disebutkan dalam Shahih Muslim, juz II, halaman 1079.
BACA JUGA: Kisah Nabi Nuh AS Sebagai Orang Pertama yang Berpuasa Saat Ramadan
Menafsirkan hadis tersebut, para ulama memiliki pendapat yang beragam. Ada yang mengartikannya secara harfiah, yaitu bahwa pintu surga benar-benar terbuka selama bulan Ramadan. Sementara ada yang berpendapat bahwa makna terbukanya pintu-pintu surga adalah karena banyaknya amal saleh dan ketaatan yang dilakukan umat Islam di bulan tersebut.
Imam Badruddin Al-‘Aini dalam kitab ‘Umdatul Qari menjelaskan bahwa terbukanya pintu-pintu surga bisa dimaknai secara hakiki atau sebagai lambang dari banyaknya amal saleh yang dilakukan umat Islam di bulan Ramadan. Menurutnya, amal saleh merupakan wasilah yang mengantarkan seseorang ke surga. Namun, ini tidak berarti bahwa masuk surga sepenuhnya bergantung pada amal saleh semata, karena rahmat Allah juga memainkan peran penting dalam masalah ini.
Amalan Saleh
Bulan Ramadan merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh. Beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan antara lain:
1. Puasa
Puasa adalah salah satu ibadah utama di bulan Ramadan. Dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Islam dapat menunjukkan ketakwaan dan kesungguhan dalam beribadah.
2. Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya’ pada bulan Ramadan. Melalui shalat ini, umat Islam dapat memperbanyak ibadah dan memperoleh pahala yang besar.
3. Membaca Al-Qur’an
Bulan Ramadan juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Umat Islam dianjurkan untuk membaca dan merenungkan makna ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga dapat mendapatkan petunjuk dan keberkahan.
4. Sedekah
Memberikan sedekah atau infak kepada yang membutuhkan juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Dengan berbagi rezeki kepada sesama, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar serta membersihkan harta dari sifat-sifat kikir dan serakah.
5. Berbuat Baik kepada Sesama
Selain amalan ibadah, berbuat baik kepada sesama juga sangat ditekankan di bulan Ramadan. Menolong, mengasihi, dan memaafkan orang lain adalah bentuk implementasi nilai-nilai Islam yang seharusnya dilakukan sepanjang tahun, namun diperbanyak lagi di bulan yang penuh berkah ini.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun bulan Ramadan merupakan waktu di mana pintu-pintu surga terbuka lebar, bukan berarti bahwa siapapun yang meninggal di bulan tersebut dapat terjamin masuk surga. Sebab surga yang dinantikan bergantung pada rahmat Allah dan amal saleh yang dilakukan oleh seorang hamba-NYA.
(Saepul/Usk)