Marcell Tee, Misi Suci di Balik Bisnis Aplikasi HaluApp

HaluApp Marcell Tee
Marcell Tee, salah satu pendiri HaluApp (Foto: Istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Marcell Tee sangat terkait dengan HaluApp, platform digital marketplace berbasis website dan aplikasi nomor 1 di Indonesia. Maklum, pria kelahiran Semarang yang besar di Surabaya ini merupakan salah satu pendiri HaluApp.

HaluApp yang berada di bawah naungan PT. Wibu Sukses Bersama merupakan platform digital yang dirancang sebagai destinasi online para kreator dan artis agar semakin dekat dengan penggemarnya. Saat ini, HaluApp memiliki total nyaris 10.000 pembuat konten independen dan mendekati 100.000 userbase.

Lahir dan besar di tengah keluarga pengusaha, naluri bisnis sudah mengalir dalam darah Marcell sejak usia belia. Namun, bukan hanya faktor genetika dari orangtua, Marcell mengaku punya chemistry dan bekal kuat yang mendorongnya memilih menjadi seorang entrepreneur. Apa itu?

“Mimpi besar,” jawab Marcell. “Saya berani bermimpi besar dan akan selalu berusaha keras menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan di hidup saya,” tambahnya.

Mimpi besar ini pula yang kemudian mengantarkan Marcell ke bisnis aplikasi wibu yang tergolong masih sangat segmented dan langka, terutama di Indonesia. Setelah menganalisa peluang besarnya, Marcell berani meninggalkan bisnis pertama yang sudah dirintisnya sejak masih kuliah di sektor ekspor impor.

“Saya ingin menjadi game changer di market ACG (anime, comic and games) yang besar. Saya melihat peluangnya sangat luar biasa di Indonesia,” ujar Marcell.

Menurut analisa Marcell, bisnis HaluApp sangat menjanjikan karena perkembangan pasar ACG di Indonesia yang sangat besar, terutama saat pandemi Covid-19 melanda.

BACA JUGA: Canva untuk Bisnis: Meningkatkan Visual Branding Anda

Pertumbuhan pasar ACG ini, lanjut dia, didukung oleh peningkatan aksesibilitas konten melalui platform digital, peran media sosial dalam memperluas kesadaran akan produk ACG, pengembangan karya-karya lokal, peningkatan jumlah acara dari setiap tahunnya, perkembangan industri game lokal, serta semakin banyaknya toko yang menjual produk ACG.

“Menurut saya, yang paling penting lagi adalah meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia dalam konsumsi konten ACG,” tutur Marcell.

Tidak hanya soal peluang besar, Marcell juga punya misi suci di balik keputusannya terjun di bisnis aplikasi wibu ini. “Saya ingin membantu banyak orang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dengan menghasilkan income tambahan atau bahkan penghasilan utama dari HaluApp,” kata Marcell.

“Saya selalu berharap agar HaluApp bisa menjadi sebuah jawaban untuk market ACG di Indonesia dan semoga saya bisa memberikan impact yang baik untuk para kreator di Indonesia,” tambahnya.

Para kreator yang terdaftar dan bergabung di HaluApp secara instan akan menerima pesanan atau komisi komersil dari followers dan brands untuk berbagai kategori layanan, mulai dari karya ilustrasi dan foto hingga pembuatan branded video.

Jadi, jelas Marcell, HaluApp ini platform yang mempertemukan para kreator, dari mulai baik fotografer, livestreamer, ilustrator, official brands, communities, gamer, music idols, cosplayer, graphic designer, V-tuber, dan lain-lain, dengan penggemar atau konsumennya.

Dalam pengembangan usahanya, Marcell tentu saja tidak akan menjadikan HaluApp sebagai marketplace saja, tapi juga sebagai jembatan para kreator ACG di Indonesia dengan brand ternama, baik lokal maupun internasional.

Kendati demikian, Marcell menyadari, jalan menuju sebuah kesuksesan itu tidak akan selalu mulus. Dikatakannya, jalan terjal dan berliku akan selalu ditemui para pelaku bisnis di sektor apapun, termasuk HaluApp.

“Dari bulan Januari sampai sekarang, banyak tantangan baru. Tapi tetap, semua berjalan dengan baik dan sesuai dengan business plan para founders,” kata sosok yang punya hobi memainkan berbagai alat musik ini.

Marcell mengakui, selain bisnis, musik merupakan sisi lain yang sulit dipisahkan dari kehidupannya. Maklum, sejak kelas 1 SD, ia sudah gemar memainkan berbagai alat musik seperti piano, cello, biola, gitar, flute dan beberapa alat musik lain.

“Saya suka memainkan alat musik karena saya merasa lebih tenang saat mendengarkan irama musik. Percaya atau tidak, saat mendengarkan musik, saya sampai bisa membayangkan alur cerita musik itu seperti apa. Melalui alat musik, saya juga bisa menyampaikan perasaan tanpa harus mengeluarkan kata-kata,” beber Marcell yang mengaku tidak memiliki sosok idola ini.

Kepada generasi z sekarang, Marcell punya quote spesial yang bisa dijadikan motivasi menjalani hidup.

“Bermimpi besarlah sampai orang yang berpikiran kecil menyebutmu gila. Ingat juga motivasi yang paling kuat dalam hidup ini adalah penolakan,” tutupnya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
jesse marsch
Jesse Marsch Bidik Juara Grup, Kanada Ingin Amankan Laga Gugur di Vancouver
Dieng Caldera Race 2026 Berlangsung Sukses, Ribuan Pelari Taklukkan Dataran Tinggi Dieng Bersama bank bjb
Dieng Caldera Race 2026 Berlangsung Sukses, Ribuan Pelari Taklukkan Dataran Tinggi Dieng Bersama bank bjb
PKJB 2026
Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 Digelar 26-28 Juni 2026
ABY04346
Mau Lihat Produk Kerajinan Jabar Paling Keren? Yuk Datang ke Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
Jabar Raih Penghargaan Wisata Ramah Muslim Berstandar Internasional
Jabar Raih Penghargaan Wisata Ramah Muslim Berstandar Internasional
Berita Lainnya

1

Sosok Fitri Assiddikki di Balik Kasus Korupsi Heri Gunawan

2

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
WhatsApp Image 2026-06-23 at 06.47
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka
KDS Pastikan Korban Penyekapan dapat Penanganan Optimal dan Dukungan Pemkab Bandung
KDS Pastikan Korban Penyekapan dapat Penanganan Optimal dan Dukungan Pemkab Bandung
Farhan Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terhadap 3 Raperda
Farhan Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terhadap 3 Raperda
KDM Minta Sekolah Swasta Buka Akses Siswa Tak Mampu yang Belum Diterima di Sekolah Negeri
KDM Minta Sekolah Swasta Buka Akses Siswa Tak Mampu yang Belum Diterima di Sekolah Negeri