BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis semakin serius dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaannya.
Langkah konkret ditempuh dengan menjalin kerja sama strategis bersama enam organisasi dan institusi pendidikan guna memperkuat pembinaan kepribadian serta kemandirian bagi para narapidana.
Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Selasa (25/3/2025), yang melibatkan Universitas
Islam Darussalam Ciamis, Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis, Yayasan Centra Nubuwwah Islamiyah Ciamis, Yayasan Anugrah Insan Residivis, Yayasan Bakti Anak Negeri, serta Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kabupaten Ciamis.
Meningkatkan Pembinaan dan Bantuan Hukum
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pembinaan yang lebih komprehensif. Terutama dalam aspek rohani dan kemandirian, serta memperkuat akses warga binaan terhadap bantuan hukum.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Dukungan dari berbagai pihak ini sangat membantu dalam memberikan pembinaan yang lebih baik bagi warga binaan kami,” ujar Supriyanto mengutip dari fokusjabar pada Rabu (26/3/2025).
Melalui kemitraan dengan Universitas Islam Darussalam Ciamis, INU Ciamis, dan Yayasan Centra Nubuwwah Islamiyah Ciamis, pembinaan rohani berbasis pesantren akan semakin diperkuat di dalam lapas.
Program ini diharapkan mampu memberikan bekal keagamaan yang lebih mendalam bagi warga binaan. Sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap yang lebih positif.
Sementara itu, Yayasan Anugrah Insan Residivis akan berfokus pada program kemandirian. Membantu warga binaan mendapatkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Di sisi lain, Yayasan Bakti Anak Negeri dan PERADI Kabupaten Ciamis akan memberikan pendampingan hukum serta memfasilitasi reintegrasi sosial bagi para tahanan yang membutuhkan.
BACA JUGA:
Kasus HIV/AIDS di Kuningan Masuk Kategori Darurat, DPRD Desak Langkah Tegas!
Kemenperin Sebut Pembangunan Kilang 1 Juta Barel Bisa Hemat Devisa Rp 147 T
Misi Besar untuk Perubahan Positif
Supriyanto menegaskan bahwa pembinaan rohani dan kepribadian merupakan aspek fundamental dalam sistem pemasyarakatan.
“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat mengisi kekosongan hati warga binaan. memberikan pencerahan spiritual, dan membentuk karakter mereka agar lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam upaya membangun kembali kehidupan warga binaan setelah masa tahanan berakhir.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus mendukung program pembinaan ini agar dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kerja sama lintas lembaga ini diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam sistem pembinaan di Lapas Ciamis.
Dengan kolaborasi yang solid, warga binaan tidak hanya mendapatkan rehabilitasi hukum. Tetapi juga pembinaan moral dan keterampilan yang akan membantu mereka kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan percaya diri.
(Hafidah Rismayanti/Aak)