Kawasan Bebas Sampah, Ambisi Wali Kota Bandung Terbentur Realita di Lapangan

Kawasan Bebas Sampah, Ambisi Wali Kota Bandung Terbentur Realita di Lapangan
Alat berat yang sedang memindahkan sampah (Ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan strategi besar untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah. Lewat program Kawasan Bebas Sampah (KBS), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berambisi menjadikan setiap Rukun Warga (RW) sebagai pusat pengolahan sampah mandiri.

Langkah utamanya yakni menempatkan satu petugas pendamping KBS di setiap RW, untuk memperkuat edukasi dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Pendamping di tingkat RW sangat penting untuk mengubah pola pikir warga soal sampah. Kalau ini berhasil, setiap RW bisa jadi agen perubahan,” kata Farhan, Sabtu (11/10/2025)

Namun ambisi ini terbentur fakta di lapangan. Jumlah pendamping KBS saat ini baru sekitar 30 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai lebih dari 1.500 orang sesuai jumlah RW di Kota Bandung.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq, mengaku keterbatasan tersebut. Ia menyebut peningkatan jumlah pendamping akan dilakukan bertahap hingga tahun 2026.

“Rencananya pada 2026 akan ada 151 tim pendamping KBS. Tapi itu pun baru mencakup tingkat kelurahan, belum RW,” ujar Salman.

Salman menambahkan, para pendamping memiliki peran penting dalam membina masyarakat soal pemilahan sampah, pengelolaan kompos, daur ulang, dan penguatan bank sampah lokal.

Baca Juga:

Polyshell Dent: Inovasi Sampah Plastik dan Kerang Jadi Model Gigi Tahan Bor

Hadapi Ancaman Penumpukan Sampah, Wali Kota Bandung Dorong RW Kelola Sampah Secara Mandiri

Namun, wacana menempatkan satu pendamping di setiap RW dinilai perlu dikaji ulang, terutama dari segi anggaran dan efektivitas pelaksanaan.

“Bisa saja dikolaborasikan dengan kader lingkungan, aparat kewilayahan, atau relawan warga. Jadi tidak semua dibebankan ke APBD,” katanya.

Dorongan memperkuat program KBS muncul di tengah krisis pengelolaan sampah yang semakin parah. Setelah diterapkannya pembatasan pembuangan ke TPA Sarimukti, kuota pengangkutan sampah dari Kota Bandung turun drastis. Akibatnya, tumpukan sampah mulai terlihat di berbagai TPS dan permukiman.

DLH mencatat, setiap harinya terdapat sekitar 400 ton sampah yang berpotensi tidak terangkut ke TPA. Kondisi ini menjadi sinyal darurat bagi Pemkot Bandung untuk segera membenahi sistem pengelolaan sampah dari hulu yakni rumah tangga dan lingkungan RW.

Ambisi besar Pemkot Bandung melalui program Kawasan Bebas Sampah patut diapresiasi. Namun tanpa sumber daya yang memadai, kebijakan ini berisiko berhenti sebagai slogan belaka. Kolaborasi lintas sektor dan skema anggaran yang realistis menjadi kunci agar program ini bisa berjalan dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...