Kata Steve Ewon Soal Fenomena Monyet Turun Gunung di Bandung

steve ewon monyet turun gunung
Panglima Ksatria LIngkungan Hidup Yayasan Lingkar Gunung Indonesia (Instagram Steve Ewon)

Bagikan

BANDUNG,TM.ID: Aktivis lingkungan, Steve Ewon memberi tanggapan atas fenomena monyet ekor panjang turun gunung yang terjadi di beberapa titik.

Warga Bandung dihebohkan dengan kejadian langka, gerombolan monyet ekor panjang turun gunung di beberapa titik, di antaranya Dago dan Cibiru Kota Bandung.

Steve Ewon, pecinta dan pelestari hewan Indonesia menjelaskan perihal fenomena tersebut, yang menurutnya merupakan bentuk pesan alam bahwa lingkungan ini sudah rusak.

Ewon menegaskan bahwa keluarnya mahluk-mahluk hutan itu dari habitatnya, menandakan sudah terjadi ketimpangan ekosistem. Ketimpangan ini bisa didorong beberapa faktor, di antaranya ketersediaan makanan yang sudah berkurang.

“Mereka harus survive (bertahan hidup) sementara makanan di hutan terbatas, makanya merambah ke rumah warga,” ujar Steve Ewon kepada Teropong Media, Selasa (5/3/2024).

Seperti diketahui, saat ini cuaca di Indonesia, termasuk Jawa Barat sedang memasuki musim hujan. Secara asumsi, makanan di hutan seperti buah-buahan serta dedaunan sedang subur-suburnya.

Menggapai hal itu, Steve Ewon mengatakan, bisa jadi kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) itu sedang mengalami alih adaptasi. Mereka tahu bahwa manusia cukup mudah memberinya makanan, sehingga tak takut merambah ke habitat manusia.

“Mereka sangat suka ketika dikasih makanan oleh manusia, sehingga masuk ke permukiman bukan persoalan bagi mereka,” kata presenter program Jejak Rimba MNC TV ini.

BACA JUGA: Segerombolan Monyet Ekor Panjang Mulai Turun Gunung Masuki Kota Bandung

Terlebih, monyet ekor panjang merupakan primata paling adaptif dibandingkan spesies lainnya.

“Lihat saja, mereka paling mudah dijinakkan, tidak takut manusia, contohnya doger monyet yang jadi dijadikan hiburan anak-anak, kan jenisnya monyet ekor panjang,” terang ahli animal hypnotherapist ini.

Kemungkinan lainnya, lanjut Ewon, kenapa monyet-monyet itu turun gunung, bisa dipicu oleh persaingan antar kelompok karena terjadinya over populasi. Sedangkan ketersediaan makanan dan luasan teritorial semakin berkurang.

Dengan demikian tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup, akhirnya kawanan monyet itu merambah permukiman warga yang bebas dari persaingan dengan sesama mereka.

“Saya punya pengalaman langsung waktu di Pangalengan (Kabupaten Bandung, Jawa Barat) memediasi konflik antara monyet dengan manusia, pemyebabnya ya berkaitan dengan sumber makanan mereka yang semakin berkurang di hutan,” katanya.

“Maka, fenomena monyet merambah permukiman ini pada intinya adalah pesan alam, bahwa alam sudah rusak, sudah terjadi ketimpangan ekosistem,” ungkap Steve Ewon, penyandang nama asli Yanto Bin Surya ini.

Adapun, Steve Ewon yang akrab dengan bintang jenis reptil ini aktif di beberapa komunitas lingkungan, di antaranya di Yayasan Lingkar Gunung Indonesia sebagai Panglima Ksatria Lingkungan Hidup, Komunitas Pohon Indonesia (KPI), komunitas reptil dan lainnya.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
maung pindad
Tinggal Sertifikasi Maung Pindad Siap Dijual Umum, Berapa Harga yang Cocok?
Heboh! Isu Pertamax Oplosan Bikin Pengendara Beralih ke SPBU Shell
Heboh! Isu Pertamax Oplosan Bikin Pengendara Pilih SPBU Shell
Razia Truk ODOL - Satlantas Polres Majalengka
Satlantas Polres Majalengka Gencar Razia Truk ODOL di Ruas Jalan Cirebon-Bandung
Piala Presiden 2025
Erick Thohir Tantang Pemain Abroad Indonesia untuk Ikut Piala Presiden 2025
Prabowo AHY Gibran
Guyon Prabowo pada Gibran-AHY Bersaing, Pakar Sebut Makna Tertentu!
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia

4

Pertamina Bantah Oplos Pertamax, Kejagung: Penyidik Menemukan Tidak Seperti Itu!

5

Kulineran di Bandung? Ini 5 Street Food yang Wajib Kamu Datangi
Headline
KPAI teater maut SMK Padalarang KBB
KPAI Sesalkan Insiden Teater Maut di SMK Padalarang yang Tewaskan Siswa
BRIN Ikan Buta
BRIN Temukan Spesies Baru, Ikan Buta Tanpa Mata di Perut Bumi Karst Klapanunggal Bogor
Pemkot Bandung Bakal Rubah Langkah Pasar Murah Agar Tepat Sasaran
Pemkot Bandung Bakal Rubah Langkah Pasar Murah Agar Tepat Sasaran
55 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah Terjadi di Kampung Margamulya Tasikmalaya
90 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Kampung Margamulya Tasikmalaya

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.