Kaltim Fokus Targetkan Pengakuan 13 Masyarakat Hukum Adat di 2023

Kaltim targetkan pengakuan 13 masyarakat hukum adat 2023. (foto: Antara)

Bagikan

SAMARINDA,TM.ID: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur akan fokus menargetkan 13 masyarakat hukum adat (MHA) agar mendapatmendapat pengakuan di 2023,

Kabid Pemberdayaan, Kelembagaan, dan Sosial Budaya Masyarakat DPMD Provinsi Kaltim Noor Fathoni mengatakan, peroses pengakuan MHA tersebut dilakukan sejak tahun ini dan sebelumnya.

Sebelumnya, dua MHA di Kabupaten Paser telah mendapat pengakuan yakni MHA Mului di Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, kemudian MHA Paring Sumpit di Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu.

BACA JUGA: Polisi Amankan Belasan Imigran Asal Irak di Rote Ndao

Sebanyak dua MHA yang telah mendapat pengakuan itu keduanya ada di Kabupaten Paser, yakni MHA Mului di Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, kemudian MHA Paring Sumpit di Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu.

Sebanyak 13 MHA yang ditargetkan mendapat pengakuan tahun depan adalah MHA Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain itu, dua MHA di Kabupaten Paser, yakni MHA Rangnan di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, dan MHA Lusan di Desa Lusan, Kecamatan Muara Komam, empat MHA di Kabupaten Kutai Timur, yakni MHA Long Bentuk di Desa Long Bentuk, Kecamatan Busang, MHA Tebangan Lembak di Desa Tebangan Lembak, Kecamatan Bengalon, MHA Karangan Dalam di Desa Karangan Dalam, Kecamatan Karangan.

Selain itu, MHA Cluster Wehea di Kecamatan Muara Wahau yang juga di Kutai Timur.

“Untuk MHA Cluster Wehea ini merupakan MHA yang paling menarik karena ada enam desa di dalamnya, yakni Desa Dea Beq, Diaq Lay, Jak Luay, Long Wehea, Nehas Liah Bing, dan Desa Bea Nehas,” katanya, melansir Antara.

Selain itu, lima MHA di Kabupaten Kutai Barat yang ditargetkan mendapat pengakuan, yakni MHA Sembuan di Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan, MHA Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Kemudian MHA Ujoh Halang di Kampung Ujoh Halang, Kecamatan Long Iram, MHA Benuaq Telimuk di Kampung Penarung, Kecamatan Bentian Besar, MHA Benuaq Madjaun di Kampung Penarung, Kecamatan Bentian Besar.

Berikutnya satu MHA di Kabupaten Mahakam Ulu, yakni daerah yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia bagian timur, yakni MHA Long Isun di Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai.

“Perlindungan terhadap MHA merupakan bentuk pelayanan Pemprov Kaltim guna menjamin terpenuhi hak-hak mereka untuk tumbuh dan berkembang, kemudian ikut berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat, dan terlindungi dari tindakan diskriminasi,” kata Toni.

(Agung)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Timnas Indonesia U19, Semifinal Piala AFF U19 2024
Persiapan Timnas Indonesia U19 Menuju Semifinal Piala AFF U19 2024
Arena berkuda
Ingin Berkuda? Ini 5 Arena Berkuda di Jabodetabek
Resep buah Gandaria
Segarnya, Mengolah Buah Gandaria Dengan 3 Resep Ini
Kepala Rahwana
Makna 10 Perwujudan Kepala Rahwana
Kampung Batik Jogja
Asyiknya, Mengenal Batik di 4 Wisata Kampung Batik Jogja!
Berita Lainnya

1

Buah Batu Corps Dukung Kang Arfi Rafnialdi Maju Pilwalkot Bandung 2024

2

PT. Tekindo Energi dan PT. GMG, Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Halteng

3

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

4

Viral Mobil Menag Yaqut Terabas Jalur Busway, Kemenag: Nggak Tiap Hari Kan

5

Kukuhkan Pengurus PPM Kota Bandung 2023-2028, Robby Gumelar: Bersatu untuk Bangun Bandung Lebih Baik
Headline
Persib Bandung
Persis Solo Taklukkan Persib Bandung, Lolos Semifinal Piala Presiden 2024
Diskar PB Kota Bandung Catat 163 Kasus Kebakaran
Diskar PB Kota Bandung Catat 163 Kasus Kebakaran
Bill Crook Mantan Bassis Spiritbox Meninggal Dunia
Bill Crook Mantan Bassis Spiritbox Meninggal Dunia
Golden Visa Shin Tae-yong
Presiden Jokowi Berikan Golden Visa untuk Shin Tae-yong