BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut 10 malam terakhir Ramadhan, dengan menggelar kajian bertema “Meneladani rasul dan para sahabat” yang diisi oleh Ustadz Abdullah Amir Maretan pada 22/03/2025.
Kajian ini mengajak para umat islam terkhusus di kota Bandung, untuk memahami bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat memperdalam malam-malam terakhir Ramadhan melalui ajaran-ajaran Al-Quran.
Detail Kegiatan:
- Hari dan Tanggal: Sabtu, 22 Maret 2025
- Waktu: 09.00 wib – selesai
- Tempat: Masjid Cikapayang, Jalan. Gagak No.126, Sukaluyu, Kota Bandung
- Tema Kegiatan: Meneladani Rasul dan Para Sahabat di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Kajian ini terbuka untuk umum dengan daftar melalui link berikut:
https://bit.ly/Daftar_KajianRamadhan1446H_Cikapayang
Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui Instagram @info_kajian_bandung.
BACA JUGA:
Jadwal Kajian Spesial Ramadhan: Ustaz Hanan Attaki di Padang
Jadwal Kajian Spesial Ramadhan: Memahami Makna Al-Qur’an Bersama Ustadz Handy Bonny
Jadwal Kajian Spesial Ramadhan 2025: Kajian Sambil Belajar Bareng Ustadz Evie Effendi
Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Dalam kajian kali ini, Ustadz Abdullah Amir Maretan akan menjelaskan keutamaan malam-malam terakhir Ramadhan. Ia juga akan membahas malam Lailatul Qadar, yang merupakan malam paling baik dari seribu bulan.
Malam lailatul qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an yang terdapat pada surat:
Surat al-Qadr
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
Ayat 1
Arab-Latin: innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
Ayat 2
wa mā adrāka mā lailatul-qadr
Artinya: Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Ayat 3
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Rasulullah SAW sangat mengajurkan para umat islam untuk mencari malam Lailatul Qadar, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan karena pahala dari malam tersebut diibaratkan dengan pahala yang melebihi 83 tahun ibadah.
Rasulullah bersabda yaitu:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sunnah Rasulullah SAW di Malam-malam Terakhir
Dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghabiskan malam-malamnya dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an dan memperbanyak doa, bahkan Rasulullah juga membangunkan sanak keluaranya agar tidak kehilangan kesempatan dalam meraih keberkahan. Hal tersebut terdapat pada hadist:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Adalah Rasulullah ﷺ apabila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Para sahabar Rasulullah SAW, mengikuti jejaknya dalam kehidupan malam-malam yang diliputi dengan berbagai ibadah. Dianatara mereka yang paling tekun beribadah adalah Abu Bakar Ash-Shiddip, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan, mereka senantiasa meningkatkan ibadah dan memperbanyak sedekah hingga berdiam diri di masjid untuk beriktikaf.
Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat memberikan semangat para umat islam dalam memahami pentingnya meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya sehingga dapat meningkatkan kualitas ibadah, dan memperoleh berkah yang luar biasa.
(Magang UKRI – Andari/Aak)