Habiskan Rp 1,2 Triliun, Masjid Raya Al Jabbar Masih Tinggalkan Hutang

Habiskan Rp 1,2 Triliun, Masjid Raya Al Jabbar Masih Tinggalkan Hutang
Masjid Raya Al Jabbar (Masjid Raya Al Jabbar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Masjid Raya Al Jabbar yang berdiri megah di kawasan Gedebage, Kota Bandung menjadi destinasi wisata baru di Jawa Barat. Namun begitu, belakangan ini anggaran pembangunan Masjid Al Jabbar yang mencapai Rp1,2 triliun menjadi sorotan publik karena diketahui meninggalkan hutang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi yang membuka semua anggaran dan hutang yang harus dibayarkan dalam masa kepemimpinannya di tahun 2025-2030.

Kondisi hutang yang ditinggalkan pasca pembangunan Masjid Al Jabbar ini pun akhirnya dibuka ke publik oleh Dedi Mulyadi. Sebab, dirinya ingin transparansi dan mengetahui berapa hutang yang harus dibayar.

“Biar seluruh warga Jabar tahu hutangnya digunakan untuk apa,” kata Dedi Mulyadi melalui akun media sosial pribadinya saat melakukan pertemuan langsung bersama dengan Tim Transisi kecil yang dibentuk oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dikutip Kamis, (6/2/2025)

Jika dirinci lebih jauh, Masjid Raya Al Jabbar sendiri dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum pada 2018-2023. Namun, rencana dan usulannya sudah dilakukan sejak periode 2013-2018 Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Desain Masjid Raya Al Jabbar digambar langsung oleh Ridwan Kamil. Selain itu karpet yang saat ini digunakan juga diimpor langsung dari luar negeri.

Namun, dibalik kemegahan masjid yang berlokasi di Gedebage, Kota Bandung tersebut ternyata tidak semuanya dibangun memakai APBD. Melainkan ada dari hutang yang belum dibayarkan.

Berdasarkan data, alokasi anggaran untuk masjid ini sebanyak Rp360 miliar. Namun, setelah adanya wabah COVID-19 dipangkas dan menyisakan anggaran sekitar Rp31,5 miliar.

Sementara, berdasarkan hasil akhir pembangunan, masjid yang berdiri di atas tanah seluas 25,99 hektare ini mengeluarkan total anggaran Rp1,2 triliun.

Dalam beberapa tayangan video tersebut, turut dijelaskan juga oleh tim transisi bahwa pada pertengahan tahun 2020 dan 2021 Pemprov Jabar mendapatkan dana pinjaman pemerintah pusat melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 3,4 triliun. Program PEN diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020.

“Tahun 2020 masa COVID yang akhirnya APBD kita direfocusing penerimaan juga menurun sehingga dilakukan pemulihan nasional,” ucap Dedi

KDM sapaan akrabnya mengatakan, sedikitnya ada 11 kegiatan yang pembiayaannya menggunakan PEN. Rinciannya, untuk infrastruktur jalan sebanyak 68 kegiatan anggaran yang digunakan Rp950 miliar.

Kemudian, untuk pengairan irigasi selama dua tahun sebesar Rp28 miliar, penataan air limbah Rp10 miliar, infrastruktur untuk rutilahu Rp877 miliar, infrastruktur untuk ruang terbuka publik seperti taman dan alun alun 12 titik sebesar Rp165 miliar.

“Infrastruktur perkotaan bangunan publik seperti creative center dengaan tiga kegiatan memakan anggaran Rp21 miliar. Kemudian, infrastruktur perkotaan dan sarana peribadatan seperti Masjid Al Jabbar sebesar Rp207 miliar,” ujarnya

Selain itu, infrastruktur pariwisata dengan total 15 kegiatan memakan anggaran Rp173 miliar, revitalisasi pasar 12 kegiatan Rp137 miliar, pembangunan pasar kreatif Rp11,3 miliar, lalu untuk sektor sosial kesehatan Rp816 miliar.

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa pinjaman tersebut dilakukan dengan tujuan memulihkan ekonomi, apalagi penerimaan daerah berkurang. Hanya saja, pada periode yang sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan hibah Rp11 triliun.

“Dalam posisi kecukupan (punya anggaran Rp11 triliun), makanya dihibahkan. Artinya uangnya cukup. (Tapi) kita pinjam (dana PEN ke pemerintah pusat),” ungkapnya

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin membenarkan apa yang dipaparkan Dedi Mulyadi bahwa pembangunan Masjid Raya Al Jabbar sebagian anggarannya dari PEN saat COVID-19.

“Rp207 miliar dari PEN, sampai sekarang yang udah dibayarkan baru pokoknya, cicilannya 500 miliar ya selama delapan tahun, kan cicilannya langsung dari pinjaman Rp3,4 triliun,” ujar Bey

Bey pun mengungkapkan, pinjaman PEN ini memang tidak berbunga, namun pemerintah provinsi tetap harus membahayakan sisa hutang tersebut.

“Pak Dedi mulai sedang mencoba melunasi langsung, kita lunasi langsung ataukah mungkin ada kebijakan dari pemerintah pusat seperti apa. Jadi saya datang ke sini kan sebagai pejabat gubernur dan PEN itu sudah ditetapkan oleh gubernur sebelumnya (Ridwan Kamil),” katanya.

BACA JUGA: Masjid Raya Al Jabbar Siap Gelar Salat Idulfitri 1445 H

Di sisi lain, Bey juga menegaskan, transparansi hutang ini tidak bermaksud untuk menyudutkan para pemimpin terdahulu. Ia juga tidak mengetahui mengapa akhirnya saat itu hutang PEN diambil untuk pembangunan Masjid Raya Al Jabbar.

“Kami melihatnya lebih komprehensif ya dan saya pikir Pak KDM pun tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa. Beliau kan hanya menanyakan apa yang itu digunakan untuk apa saja karena masyarakat juga mungkin ingin tahu,” pungkasnya.

 

(Rizky Iman/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

3

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...