BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Fluviotion, sebuah alat inovasi lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menjernihkan air embung sekaligus menampung air hujan dalam tandon. Dengan teknologi Internet of Things (IoT), sistem ini dirancang agar bekerja secara otomatis dan efisien.
Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan krisis air bersih di Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Tim mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini terdiri atas M. Taufik Irawan, Anindya Roro, dan Arzethi Bilbina Sari dari Teknik Geofisika (angkatan 2022), Abraham Satria dari Teknik Mesin (angkatan 2022), serta Fina Mutiara dari Perencanaan Wilayah dan Kota (angkatan 2023).
Mereka mengembangkan Fluviotion dalam KM ITB Student Research Program, sebuah program riset mahasiswa yang berfokus pada inovasi ilmiah dan terinspirasi dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Ditjen Belmawa.
Program ini memiliki kategori Engineering Application yang mendorong mahasiswa menciptakan karya inovatif dengan produk fungsional. Dalam pengembangan Fluviotion, tim merujuk pada standar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta regulasi pemerintah terkait pengelolaan air bersih guna memastikan efektivitas dan kelayakan alat tersebut.
Fluviotion lahir dari kepedulian terhadap krisis air yang melanda masyarakat Desa Cikarag. Dengan pendekatan community development, tim ini tidak hanya menghadirkan solusi berbasis teknologi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam perancangan dan penerapan alat. Langkah ini bertujuan agar warga memahami fungsi serta manfaat alat tersebut, sehingga keberlanjutannya dapat terjaga dalam jangka panjang.
Proses pengembangan Fluviotion tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari merancang konsep dari nol, mengelola anggaran, hingga melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Namun, berkat bimbingan Dr. Setianingsih, S.T., M.T., dari Kelompok Keahlian Geofisika Terapan dan Eksplorasi ITB serta kerja sama tim yang solid, mereka berhasil mengatasi hambatan tersebut dan menghadirkan inovasi yang berpotensi memberikan dampak besar bagi masyarakat.
BACA JUGA:
PEPHYDTIN-DERM, Inovasi Mahasiswa yang Berhasil Menangkan Perak di Ajang MTE 2025
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Bagi Anindya dan timnya, keikutsertaan dalam kompetisi ini bukan sekadar untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ajang ini membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari pada skala yang lebih luas.
(Virdiya/Budis)