Dua Pekan Pengawasan, Satgas Pangan Polri Layangkan 247 Teguran dan Cabut 4 Izin Pelanggar HET

-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Satgas Pangan Polri bersama Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan setelah dua pekan memantau ketersediaan bahan pokok di seluruh Indonesia. Dalam periode pengawasan 5–18 Februari 2026, satu izin usaha dan tiga izin edar dicabut akibat pelanggaran aturan mengenai harga eceran tertinggi (HET), keamanan, dan mutu pangan.

Koordinator Satgas sekaligus Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Edizzon Isir, menegaskan bahwa penindakan tegas itu merupakan bagian dari upaya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan nasional menjelang momen besar seperti Imlek, Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri 2026.

“Selama periode pemantauan, Satgas menerbitkan 247 surat teguran, melakukan 588 pengisian stok kosong, serta pengambilan 34 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu, telah mengeluarkan rekomendasi pencabutan satu izin usaha dan tiga izin edar terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan HET/HAP, keamanan, dan mutu pangan,” kata Johnny, Kamis (19/2/2026).

Temuan dan Pelanggaran di Lapangan

Pemantauan langsung dilakukan oleh Satgas dari produsen hingga pengecer di pasar rakyat, modern, dan distributor di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota. Dalam pengawasan, Satgas menemukan sejumlah komoditas strategis dijual di atas HET/HAP, seperti beras premium Zona III, Minyakita, daging sapi, bawang putih, gula konsumsi di Indonesia timur, dan cabai rawit merah.

“Satgas juga menyoroti Minyakita yang secara nasional masih dijual di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode pemantauan. Komoditas ini menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan,” ujar Johnny.

Baca Juga:

Bareskrim Polri Awasi Ketat Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Johnny menjelaskan bahwa faktor utama kenaikan harga di berbagai daerah bukan hanya manipulasi pasar. Kondisi cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi, mempengaruhi kualitas produksi dan distribusi pangan sehingga biaya transportasi menjadi lebih tinggi.

Sehingga, dibutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Polri, Bapanas RI, Bulog, hingga Satgas di daerah untuk melakukan langkah intervensi.

Upaya tersebut dapat ditempuh melalui penyaluran program SPHP untuk beras dan jagung, mobilisasi komoditas dari wilayah surplus ke daerah defisit, penguatan kerja sama antar daerah, pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM), serta dukungan biaya distribusi melalui kebijakan Fasilitasi Dukungan Pangan (FDP) maupun skema Harga Pembelian Beras (HPB).

Langkah Intervensi Pemerintah

Sebagai tindak lanjut atas kondisi tersebut, sejumlah langkah intervensi pun telah ditempuh, di antaranya:

  • Operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM)
  • Penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan)
  • Mobilisasi komoditas dari wilayah surplus ke daerah harga tinggi
  • Dukungan biaya transportasi melalui kebijakan Fasilitasi Dukungan Pangan (FDP) dan Harga Pembelian Beras (HPB)
    Strategi ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok terus terjaga.

Peran Pengawasan dan Partisipasi Publik

Partisipasi masyarakat melalui hotline pengaduan juga menjadi salah satu pilar penting dalam pengawasan. Selama periode pemantauan dua minggu, Satgas menerima delapan laporan masyarakat dari beragam wilayah seperti Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, hingga Lumajang. Semua dilaporkan telah ditindaklanjuti oleh Satgas di daerah masing-masing.

Selain itu, pengawasan dilakukan hingga tingkat pengecer pasar, termasuk dua pasar di Kota Tangerang, yakni Pasar Tanah Tinggi dan Pasar Anyar. Pemantauan tersebut juga melibatkan pengurus provinsi serta kabupaten/kota untuk memastikan harga tetap stabil.

Meskipun sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren penurunan harga pascaintervensi, tantangan masih ditemui di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Indonesia timur serta daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Lonjakan permintaan menjelang Ramadan turut mendorong Satgas memperluas cakupan pengawasan agar distribusi dan harga tetap terkendali.

Untuk itu, Satgas Saber Pelanggaran Pangan memastikan peningkatan intensitas pengawasan sekaligus memperluas sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat. Pengawasan berlapis yang didukung partisipasi publik dinilai menjadi kunci menjaga pangan tetap aman, bermutu, dan terjangkau, terutama dalam menghadapi momentum Imlek, Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri 2026.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Khusnul Yulida)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...