Desa Wisata Pela, Sunyi yang Indah di Tepi Danau Semayang Kalimantan Timur

Desa Wisata Pela
Desa Wisata Pela (Foto:Dok.Jadesta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pagi di tepian Danau Semayang selalu dimulai dengan kabut tipis yang perlahan terangkat, membuka hamparan air luas yang memantulkan langit Kalimantan Timur. Di sanalah Desa Wisata Pela berdiam tenang, bersahaja, seolah bersembunyi dari hiruk pikuk dunia modern.

Udara terasa lembap dan segar. Angin danau berembus pelan, membawa aroma air tawar dan dedaunan rawa. Waktu seakan melambat di desa yang terletak di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara ini. Setiap detiknya mengajak siapa pun yang datang untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menyatu dengan alam.

Danau, Langit, dan Sunyi yang Menenangkan

Danau Semayang adalah panggung utama Desa Pela. Dengan luas sekitar 13.000 hektare, danau ini membentang seperti lautan air tawar yang tak bertepi. Saat matahari mulai naik, permukaannya berkilau lembut. Sore hari, cahaya jingga jatuh perlahan, menciptakan siluet pepohonan dan perahu-perahu kecil yang terombang pelan.

Keheningan di sini bukan kekosongan, melainkan harmoni. Sesekali terdengar percikan air, kepakan sayap burung, atau suara mesin perahu yang sayup dari kejauhan. Alam bekerja dengan ritmenya sendiri, menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Jejak Kehidupan di Atas Air

Di tengah bentang alam yang luas itu, Desa Pela tumbuh mengikuti irama danau. Rumah-rumah kayu berdiri akrab dengan air, sebagian ditopang tiang, sebagian lain seolah mengapung. Setiap pagi, danau menjadi jalur kehidupan—tempat perahu bergerak perlahan, jaring dilempar, dan mata memandang penuh harap ke permukaan air.

Namun, yang membuat Danau Semayang begitu istimewa adalah kehadiran penghuni langkanya: pesut Mahakam. Mamalia air tawar yang jumlahnya kian menyusut ini sesekali muncul ke permukaan, memperlihatkan punggung abu-abunya sebelum kembali menghilang. Momen singkat itu sering kali membuat perahu-perahu berhenti mendadak, memberi ruang pada keajaiban alam yang tak bisa diprediksi.

Melihat pesut Mahakam di habitat alaminya bukan sekadar aktivitas wisata, melainkan pengalaman hening yang sarat makna, tentang keseimbangan alam dan kehidupan yang rapuh.

Baca Juga:

Eksotisme Desa Wisata Sawarna, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Banten

Desa yang Menyatu dengan Lanskap

Nama Pela sendiri lahir dari sejarah panjang adaptasi manusia terhadap alam. Desa ini menjadi titik temu budaya Banjar dan Bugis, yang sejak awal hidup berdampingan dengan danau, panas musim kemarau, dan luasnya perairan Mahakam.

Kini, Desa Pela dikenal sebagai salah satu desa yang masuk dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Pengakuan itu terasa wajar ketika menyaksikan bagaimana alam dan manusia di sini saling menjaga. Tidak ada bangunan yang mendominasi, tidak ada kebisingan berlebih. Segalanya menyatu dalam lanskap danau, rawa, dan langit terbuka.

Perjalanan yang Menjadi Bagian dari Pengalaman

Menuju Desa Pela adalah bagian dari cerita itu sendiri. Dari Samarinda atau Balikpapan, perjalanan darat membawa pelancong mendekati jantung Kutai Kartanegara. Namun, saat perahu mulai menyusuri Sungai Mahakam, suasana berubah drastis.

Air sungai yang tenang, vegetasi hijau di kiri-kanan, dan langit yang terasa lebih luas perlahan menggiring siapa pun ke dalam dunia Desa Pela. Setiap riak air seolah menyiapkan batin untuk tiba di tempat yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan, sebuah rasa.

Menemukan Ketenangan di Ujung Perjalanan

Desa Wisata Pela tidak mengenal jam tutup. Alamnya terbuka sepanjang waktu, tanpa tiket masuk, tanpa pagar pembatas. Yang dibutuhkan hanyalah kesediaan untuk berjalan lebih pelan dan menikmati setiap detail.

Menginap di homestay sederhana, mengikuti tur perahu, atau sekadar duduk di tepi danau sambil menatap senja, semuanya terasa cukup. Di Desa Pela, alam tidak dipamerkan, tetapi dihadirkan apa adanya.

Dan saat malam turun, ketika langit dipenuhi bintang dan air danau kembali tenang, Desa Pela mengajarkan satu hal sederhana: bahwa keindahan terbesar sering kali tersembunyi di tempat-tempat yang sunyi.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Wisata Manado 2024

8 Wisata yang Lagi Hits di Manado!

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara yang tidak ada habisnya dalam menawarkan dan menyambut para pelancong untuk berkunjung kembali ke kotanya. Di

Read More »
Wisata Bekasi

5 Wisata Alam Bekasi yang Masih Asri

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bekasi, kota yang masuk ke dalam metropoolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi) ini, tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan industri, tapi

Read More »
Berita Terkini
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Indonesia menghadapi pekerjaan penting menjelang pertandingan terakhir...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...

4

kijang lgx
Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Transmisi otomatis konvensional dirancang untuk memberikan pengalaman...

5

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...