BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar program Character Development Training (CDT) tahap 2 bagi mahasiswa baru angkatan 2025 di Kampus ITB Jatinangor. Program tahunan yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB ini bertujuan membentuk karakter unggul mahasiswa melalui penanaman tiga nilai utama: Adaptif, Integritas, dan Rendah hati (AIR).
Fitra Aulia Hariafiah, Humas CDT ITB 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian penyambutan mahasiswa baru yang telah dimulai sejak pertengahan 2025. “CDT ITB 2025 diselenggarakan Ditmawa ITB untuk membangun karakter AIR pada mahasiswa angkatan 2025,” ujar Fitra yang berusia 20 tahun.
Rangkaian Kegiatan
Menurut Agung Imansyah, Ketua Panitia CDT ITB 2025, kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan per kelas yang melibatkan 40 panitia inti, 40 panitia lapangan, dan 257 trainee. “Kami berharap bisa menanamkan pengalaman kakak tingkat sebelumnya dan nilai-nilai sebagai modal menghadapi perkuliahan hingga lulus nanti,” jelasnya.
Rangkaian CDT dimulai dengan Training for Trainers (TFT) Day 1, 2, dan 3, dilanjutkan CDT Tahap 1 pada 23 Agustus 2025 saat semester ganjil. Pipit Fitriani S.Si, Ph.D., menjelaskan bahwa pada tahap pertama, para trainer fokus mengubah pandangan mahasiswa baru dalam masa transisi dari sekolah ke perkuliahan melalui diskusi yang memberikan pengalaman dan pengetahuan untuk identifikasi dan pemecahan masalah.
Puncak kegiatan adalah CDT Tahap 2 yang disertai CDT Carnival sebagai momen transisi.
Fokus pada Adaptasi dan Integritas
Nannan Hendayana S.A.P menegaskan bahwa program ini melibatkan mahasiswa baru, alumni, dan seluruh dosen untuk berdiskusi merencanakan kegiatan Ditmawa. “Terkhusus di CDT, kami fokus pada adaptif. Mudah-mudahan ke depannya lulusan ITB dapat beradaptasi dan berintegritas di manapun mereka bekerja,” harapnya.
Fitra menambahkan bahwa pemilihan karakter AIR selaras dengan visi ITB. “ITB memandang karakter air ini selaras dengan visi-visi ITB untuk mencetak insan yang lulus dengan karakter unggul,” ungkapnya.
Perhatian Khusus pada Kesehatan Mental
Merespons pertanyaan mengenai maraknya masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa, pihak penyelenggara menegaskan komitmen ITB dalam menangani isu ini. Pipit Fitriani menjelaskan bahwa CDT merupakan salah satu dari berbagai kegiatan pencegahan.
“Mahasiswa harus mengikuti kegiatan asesmen kesehatan mental sebagai upaya preventif. Kami juga memberikan psikoedukasi untuk mahasiswa dan orang tua sebagai bekal menghadapi masalah terkait mental,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pipit menyampaikan bahwa masalah mental menjadi fokus serius. “Kami membekali trainer untuk bisa memperhatikan dan memantau mahasiswa baru di masa-masa perkuliahannya,” tambahnya.
Dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan pelatihan karakter, diskusi intensif, dan perhatian pada kesehatan mental, ITB berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat tumbuh menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun masyarakat.
(Magang UIN SGD Bandung/Adit Ramadhan)
