Bukan Sekadar Permainan, Adu Muncang dan Jejaknya di Masa Kerajaan

Adu Muncang
Tradisi Adu Muncang (Foto: Daniel Oktorio/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Permainan tradisional adu muncang mungkin kini lebih dikenal sebagai hiburan anak-anak kampung di masa lalu. Namun siapa sangka, permainan yang tampak sederhana ini menyimpan sejarah panjang yang menarik, bahkan pernah menjadi kesenangan kalangan bangsawan di masa kerajaan.

Adu muncang adalah permainan yang menggunakan biji muncang, yakni biji dari pohon kemiri rambat (Aleurites moluccanus). Biji tersebut terkenal sangat keras, sehingga cocok untuk dijadikan alat adu dalam permainan. Cara memainkannya adalah dengan membenturkan dua biji muncang secara bergantian. Biji yang retak, pecah, atau terpental keluar dari arena dinyatakan kalah. Namun lebih dari itu, permainan ini sebenarnya mencerminkan kecerdikan, strategi, dan ketahanan—nilai-nilai yang secara tak langsung diwariskan melalui budaya bermain di masyarakat Sunda.

Masyarakat agraris di wilayah Tatar Sunda sejak lama telah akrab dengan muncang. Pohonnya mudah ditemukan di hutan atau kebun, dan bijinya kerap digunakan untuk bahan obat atau alat permainan. Seiring waktu, muncang menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil banyak generasi. Namun di balik keceriaan anak-anak yang memainkannya, muncang ternyata memiliki catatan sejarah yang jauh lebih dalam.

Jejak sejarah adu muncang konon pernah masuk ke dalam lingkaran istana. Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa permainan ini pernah menjadi hiburan para bangsawan di zaman Kerajaan Sumedang Larang, bahkan sampai masa Kasultanan Cirebon dan Mataram. Tidak hanya dimainkan oleh rakyat jelata, muncang rupanya juga menarik perhatian para raja dan bangsawan sebagai permainan adu kekuatan sekaligus kecerdikan.

Pada masa itu, muncang diperlakukan hampir seperti benda prestise. Ada yang direndam dalam minyak khusus, dipilih dari biji terbaik, hingga diberi pelat logam kecil untuk memperkuat struktur luarnya. Beberapa bangsawan bahkan memerintahkan abdi dalem untuk mencari muncang terbaik dari hutan yang jauh, demi mendapatkan “jagoan” yang tak terkalahkan. Semakin sering muncang tersebut menang, semakin tinggi pula nilainya.

Dalam beberapa catatan lokal, disebutkan bahwa di lingkungan istana, pertandingan adu muncang bisa berlangsung dengan penuh gengsi. Tidak sedikit yang menjadikan kemenangan sebagai simbol kehebatan, bahkan sebagai taruhan harga diri. Salah satu kisah menarik yang berkembang secara turun-temurun adalah tentang seorang bangsawan yang sangat mencintai muncangnya hingga menetapkan hukuman aneh: bila muncangnya kalah, kuda miliknya harus dikorbankan.

Leher kuda dipenggal sebagai bentuk “penebusan” kekalahan, sekaligus menunjukkan betapa seriusnya mereka memandang permainan ini. Tentu saja, seiring berjalannya waktu, tradisi-tradisi ekstrem tersebut memudar.

Permainan muncang kembali menjadi milik rakyat. Namun aura persaingan yang melekat padanya tak pernah hilang. Di era kolonial, adu muncang masih sering terlihat dimainkan oleh anak-anak pribumi di halaman rumah, pekarangan, atau bahkan di sekolah-sekolah desa. Tidak hanya menghibur, permainan ini menjadi cara anak-anak belajar berkompetisi dan bersosialisasi secara alami.

Memasuki era modern, permainan adu muncang perlahan mengalami pergeseran fungsi dan bentuk. Jika dulu muncang menjadi bagian dari permainan spontan anak-anak di alam terbuka, kini muncang mulai dikenalkan ulang dalam bingkai budaya yang lebih terstruktur. Ia melakukan transisi menjadi salah satu bagian dari daftar permainan tradisional yang dikurasi secara resmi oleh lembaga-lembaga pelestari kebudayaan.

Adu muncang mulai dihadirkan kembali dalam gelaran seperti festival budaya lokal, perayaan Hari Anak Nasional, hingga program muatan lokal di beberapa sekolah dasar. Permainan ini tidak lagi sekadar alat bermain, melainkan menjadi media edukasi tentang warisan budaya Nusantara. Muncang yang dulu hanya ditemukan di bawah pohon kini dijadikan simbol kekayaan tradisi, dibingkai, bahkan dihadirkan dalam pertunjukan khas daerah.

BACA JUGA

Seren Taun ke-446 Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi: Tradisi Luhur Penguat Ketahanan Pangan dan Budaya

4 Nilai Strategis Kesenian Tarawangsa yang Masuk Kategori Warisan Budaya Takbenda

Perubahan ini menjadi penting, mengingat adu muncang menyimpan potensi besar dalam penguatan identitas lokal. Transisi dari permainan rakyat ke permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun ini juga menandakan kesadaran baru dalam melestarikan budaya.

Nilai-nilai seperti sportivitas, ketangguhan, dan kreativitas yang terkandung di dalamnya kembali diangkat, bukan hanya sebagai nostalgia masa kecil, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter anak bangsa.

Kini, adu muncang mungkin tak lagi terdengar setiap hari di halaman-halaman rumah seperti dulu. Tapi dalam bentuk barunya sebagai permainan tradisional, muncang tetap berbicara: tentang sejarah, tentang kebudayaan, dan tentang bagaimana hal-hal kecil dari masa lalu bisa menjadi jembatan penting menuju masa depan yang lebih menghargai akar identitasnya sendiri.

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
sejarah Batik Ecoprint (Dok Batik Prabuseno)

Sejarah dan Keunikan Batik Ecoprint

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Batik sebagai warisan budaya Indonesia kini mengalami inovasi dengan hadirnya teknik Ecoprint. Lebih dari sekadar metode pewarnaan kain, teknik ini menghadirkan harmoni

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...

2

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

3

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...