BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat malam (28/3/2025) memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Seperti kesaksian warga yang terkena dampak banjir, cuaca ekstrem ini terjadi dari Jumat pagi yang di guyur hujan hingga siang hari. Namun hujan tersebut kembali terjadi saat sore hari hingga malam yang curahnya semakin besar.
Dampak dari hujan tersebut mengakibatkan sungai di bantul meluap dan ber ujung akses jalanan terputus lantaran terjadi banjir dimana-mana.
“Akses ke jalan gede tuh bener bener putus soalnya banjirr, si sungai meluap,” kata warga saat di wawancarai Teropongmedia pada Minggu (30/3/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melaporkan bahwa setidaknya 26 titik mengalami genangan air, sementara 23 titik lainnya terkena longsor.
Dampak Cuaca Ekstrem
Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengonfirmasi bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan pohon tumbang di empat lokasi serta satu jembatan ambruk. Kondisi ini turut berdampak pada infrastruktur dan permukiman warga.
“Hujan lebat sejak Jumat sore hingga malam hari menyebabkan bencana di berbagai titik. Tercatat 24 kelurahan di 12 kecamatan terdampak, dengan wilayah Imogiri menjadi yang paling parah,” ungkap Aka mengutip dari Antara, Sabtu (29/3/2025).
Di Imogiri, setidaknya enam kelurahan terdampak banjir dan longsor, dengan Desa Wukirsari mengalami kondisi terparah. Sebanyak 14 titik di desa tersebut tergenang air, memaksa beberapa warga untuk mengungsi ke lokasi lebih aman.
Kerusakan Infrastruktur dan Evakuasi Warga
Data sementara menunjukkan bahwa bencana ini mengakibatkan kerusakan di berbagai sektor. Rumah warga terdampak di enam titik, sementara lima akses jalan utama tidak bisa dilewati. Selain itu, fasilitas pendidikan di empat titik mengalami kerusakan, serta satu jembatan dilaporkan roboh.
Pihak BPBD Bantul bersama pemangku kepentingan terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk evakuasi warga yang terdampak. Salah satu daerah yang menjadi prioritas evakuasi adalah Kecamatan Pleret dan Imogiri, yang mengalami banjir cukup parah akibat luapan sungai.
“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Fokus utama saat ini adalah mengevakuasi korban banjir dan memastikan mereka mendapatkan bantuan logistik yang memadai,” tambah Aka.
BACA JUGA:
Banjir Rob Bakal Terjadi di Jalur Pantura Sore Ini, Pemudik Hati-hati!
UU TNI Banjir Penolakan, Puan Ingatkan Bulan Puasa: Marilah Menahan Diri
Himbauan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan turun di wilayah DIY, termasuk Kabupaten Bantul, pada (29/3/2025).
“Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini bisa memicu bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” kata BMKG dalam keterangannya.
Menghadapi kondisi ini, BPBD Bantul menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Warga diminta untuk segera mengungsi jika situasi memburuk dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaksakan diri menerobos banjir serta segera melaporkan jika ada kejadian darurat di sekitar mereka,” tegas Aka.
Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, koordinasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana lebih lanjut. Bantuan serta kesiapsiagaan bersama sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan warga Bantul di tengah cuaca ekstrem yang masih mengancam.
(Hafidah Rismayanti/Budis)