JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
“Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), saya akan kabari,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4).
Menurutnya, di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak dunia, pemerintah tidak ingin membatasi sumber pasokan. Fokus utama saat ini adalah menjaga keamanan energi nasional.
“Jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja bisa impor, yang penting ada,” tegasnya.
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama dengan Indonesia, termasuk melalui Pertamina, untuk pembelian minyak mentah.
Ia menegaskan Rusia siap memenuhi kebutuhan negara mitra, terutama di sektor energi, di tengah dinamika global yang turut dipengaruhi situasi di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
“Silakan sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan,” ujar Tolchenov.
Baca Juga:
Farhan: Suplai BBM Masih Terjaga, Jangan Panic Buying
Meski demikian, Tolchenov mengaku belum menerima permintaan resmi dari Pertamina maupun Kementerian ESDM terkait pembelian minyak tersebut.
Bahlil menambahkan, saat ini Indonesia juga menghadapi persaingan ketat di pasar global dalam mendapatkan pasokan minyak. Dalam sejumlah kasus, perusahaan yang telah melakukan tender bisa kalah karena adanya penawaran harga yang lebih tinggi dari pihak lain.
“Perusahaan yang sudah tender pun bisa disalip oleh pembeli lain yang berani membayar lebih mahal,” katanya.
Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif sumber pasokan energi guna memastikan distribusi BBM di dalam negeri tetap aman dan terjaga.
“Yang penting bagi kami adalah menjamin BBM di Indonesia tetap tersedia,” ujar Bahlil.











