BANDUNG,TM.ID: Menjadi orangtua adalah salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup. Namun, menghadapi tantangan parenting anak balita dapat menjadi tugas yang sangat menantang. Anak balita, yang berusia antara satu hingga tiga tahun, berada dalam tahap perkembangan yang kritis, di mana mereka mulai menjelajahi dunia di sekitar mereka.
Inilah saat-saat ketika para orangtua perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara mengatasi tantangan yang muncul selama masa ini. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa cara menghadapi tantangan parenting anak balita dengan bijak.
1. Komunikasi yang Efektif
Salah satu tantangan utama dalam parenting anak balita adalah ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi dengan jelas. Ini dapat menyebabkan frustrasi pada anak dan orangtua. Untuk mengatasi ini, orangtua perlu belajar memahami bahasa tubuh dan ekspresi anak mereka. Jadilah pendengar yang baik, dan cobalah untuk menjelaskan hal-hal dengan kata-kata sederhana. Ini membantu anak balita merasa didengar dan dipahami.
2. Rutinitas yang Konsisten
Anak balita sangat membutuhkan rutinitas yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini memberi mereka rasa keamanan dan prediktabilitas. Cobalah untuk menjadwalkan waktu tidur, makan, dan bermain dengan konsisten. Ketika anak tahu apa yang diharapkan, mereka cenderung lebih kooperatif dan kurang cenderung melakukan tantrum.
BACA JUGA : 10 Poin Penting Parenting Pernikahan Bagi Pasangan Muda
3. Kesabaran adalah Kunci

untuk parenting anak balita (pexels)
Tantangan parenting anak balita seringkali diiringi dengan tantrum dan meluapkan emosi. Dalam situasi seperti ini, kesabaran adalah kunci. Cobalah untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh emosi anak. Memberikan perhatian yang tenang dan pengertian dapat membantu anak merasa lebih aman dan cepat pulih dari emosinya.
4. Beri Pilihan
Anak balita seringkali ingin merasa memiliki kendali atas situasi. Anda dapat memberi mereka sedikit kendali dengan memberikan pilihan yang terbatas. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Apakah kamu ingin mengenakan baju merah atau biru hari ini?” Ini memberikan mereka rasa memiliki tanpa mengganggu rutinitas atau keamanan.
5. Bermain dan Belajar Bersama
Anak balita belajar melalui bermain. Cobalah untuk bermain bersama mereka dan menyediakan mainan yang mendukung perkembangan mereka. Ini tidak hanya memperkuat ikatan antara orangtua dan anak, tetapi juga membantu anak belajar keterampilan baru dengan cara yang menyenangkan.
6. Jaga Keselamatan
Anak balita cenderung sangat eksploratif, dan keamanan adalah prioritas utama. Pastikan rumah Anda bebas dari benda-benda berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak. Selalu awasi anak Anda, terutama di luar ruangan, dan pastikan mereka memiliki perlindungan yang cukup saat bermain.
7. Libatkan Diri dalam Perkembangan Anak
Berkomunikasi dengan guru atau pengasuh di tempat penitipan anak jika anak Anda berada di sana. Jalin kerjasama dengan mereka untuk memastikan perkembangan anak Anda berjalan lancar. Selalu tanyakan tentang perkembangan anak Anda dan berikan dukungan yang mereka butuhkan.
8. Self-Care bagi Orangtua
Terakhir, ingatlah untuk merawat diri sendiri. Parenting anak balita dapat melelahkan, jadi penting untuk memberi diri Anda waktu istirahat dan dukungan emosional. Anda tidak dapat merawat anak dengan baik jika Anda tidak merawat diri sendiri.
(Hafidah/Usamah)