BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Singapura menjadi salah satu negara yang mulai unjuk gigi di dunia fashion, banyak desainer lokal yang mulai bermunculan dengan karyanya.
Sejumlah desainer asal Singapura tersebut memilii ciri khas yang beragam, baik dalam desain busana maupun aksesoris. Beberapa di antaranya telah mempunyai butik dan klien yang berasal dari perempuan muda, profesional, selebriti, hingga sosialita papan atas.
5 Desainer Fashion Singapura yang Menginspirasi Dunia Mode
Industri mode di Singapura terus berkembang seiring munculnya para desainer dan pelaku kreatif yang sukses menghadirkan karya inovatif dan berkelas. Mereka tak hanya menghadirkan gaya yang segar, tetapi juga membawa nilai budaya, keberlanjutan, dan modernitas ke dalam setiap koleksi. Berikut lima nama besar yang patut diperhitungkan dalam dunia fashion Singapura.
1. Velda Tan
Velda Tan dikenal sebagai influencer sekaligus social media personality yang berpengaruh di kalangan perempuan muda Singapura. Ia mendirikan dua label fashion, yaitu Collate The Label dan Our Second Nature.
Melalui Our Second Nature, Velda menghadirkan koleksi busana kasual siap pakai yang mencakup atasan, midi dress, t-shirt, mini dress, hingga kemeja dengan palet warna earthy tone yang elegan dan tenang. Sementara itu, Collate The Label menawarkan busana premium berharga terjangkau dengan desain dan detail yang lebih kompleks, cocok bagi pecinta gaya yang sophisticated.
2. Goh Ling Ling
Goh Ling Ling merupakan sosok kreatif di balik label tas kulit mewah LINGWU Bags. Ia memulai bisnisnya pada 2012 dan sukses menarik perhatian pasar lokal hingga internasional.
Desain tas yang ia hadirkan menonjolkan estetika modern dengan pengerjaan detail yang teliti. LINGWU dikenal karena menggunakan bahan kulit berkualitas tinggi serta menawarkan model tas yang stylish dan fungsional. Kini, label tersebut menjadi salah satu brand fashion lokal yang mengangkat nama Singapura di kancah global.
3. Alicia Tsi
Alicia Tsi menghadirkan konsep sustainable fashion melalui label busana Esse yang ia dirikan sejak 2013. Sebelum menekuni bisnis fashion, ia memperkuat kemampuannya dengan mengikuti kursus ilustrasi mode di Nanyang Academy of Fine Arts.
Esse menawarkan koleksi busana dari material ramah lingkungan seperti linen, bambu, dan katun organik. Alicia berkomitmen menghadirkan mode yang tidak hanya bergaya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, menjadikan Esse sebagai pelopor busana berkelanjutan di Singapura.
4. Stephanie Choo
Stephanie Choo mendirikan label perhiasan handmade Eden + Elie yang menggabungkan nilai budaya dengan sentuhan modern. Ia mengambil inspirasi dari warisan budaya dan sejarah Singapura untuk merancang koleksi kalung, gelang, dan anting yang bernuansa Peranakan namun tetap kontemporer.
Dengan sentuhan tangan dan perhatian pada detail, Stephanie menciptakan perhiasan yang tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga memiliki nilai cerita yang mendalam.
5. Afton Chen
Afton Chen telah berkecimpung di industri fashion Singapura selama lebih dari sembilan tahun. Ia mendirikan label Reckless Ericka sebagai refleksi dari gaya personalnya yang quirky namun tetap modern.
BACA JUGA:
7 Tips Berbelanja di Singapura, Perhatikan Bukti Pembayaran!
13 Daftar Tempat Populer di Singapura yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Setelah sempat rehat selama tiga tahun untuk menyempurnakan kualitas produknya, Afton kembali pada 2016 dengan koleksi baru yang lebih simpel, stylish, dan praktis. Salah satu koleksi unggulannya menggunakan material anti-kusut, menjadikannya pilihan ideal bagi para traveler karena tidak perlu disetrika.
Para desainer lokal ini telah membuktikan, negara Singapura tidak hanya menjadi pusat ekonomi Asia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai kiblat fashion yang inovatif, berkelas, dan berkelanjutan.
(Virdiya/Aak)