Sejarah Terowongan Juliana, Lokasi Mencekam Film Siksa Kubur

terowongan juliana, film siksa kubur
Terowongan Juliana, salah satu lokasi syuting film Siksa Kubur, di Pangandaran, Jawa Barat. (Tangkap layar akun X Joko Anwar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Simak ulasan sejarah Terowongan Juliana yang menjadi salah satu scene film Siksa Kubur yang tayang pada 11 April 2024, sehari setelah hari raya Idulfitri 1445 H.

Sutradara Joko Anwar bikin gebrakan film horor terbarunya yang berjudul Siksa Kubur tersebut dengan mengambil setting tempat Terowongan Juliana yang menciptakan suasana mencekam pada film bergenre horor tersebut.

Joko Anwar yang cukup konsen dengan film bergenre horor di samping tema-tema lainnya, selalu berusaha menampilkan setting terbaik pada setiap filmnya, demi menciptakan nuansa realistis sesuai dengan genre film yang digarapnya.

Pun demikian dengan film Siksa Kubur, Joko Anwar beserta krunya bersusah payah menjangkau  Terowongan Juliana, sebuah terorongan kereta api non aktif yang berada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sudah menjadi tuntutan tersendiri bagi sutradara kelahiran Medan pada 1976 ini untuk selalu mencari lokasi syuting yang rumit demi kesempurnaan karyanya, termasuk pada film Siksa Kubur.

Hal itu disampaikan Joko Anwar melalui akun X (twitter)-nya pada 11 April 2024:

“Tiap bikin film, selalu harus nyari lokasi yang rumit. Dulu nyari rumah buat Ibu sampai setahun baru nemu, terus rusun yang udah 12 tahun ditelantarkan. Sekarang buat Siksa Kubur lebih menantang lagi: terowongan tak terpakai yang dibangun tahun 1914. Review dalemnya gimana:” demikian ungkap Joko Anwar.

Terowongan tersebut tak lain adalah Terowongan Juliana yang dibangun pemerintahan Belanda pada 1914 lalu. Joko beserta krunya harus melewati jalan sempit berliku dan tak beraspal di tepian jurang untuk menjangkau Terowongan Juliana.

BACA JUGA: Sinopsis Film Horor Ronggeng Kematian, Disutradarai Verdi Solaiman!

Sejarah Terowongan Juliana

Dihimpun dari berbagai sumber, jalur kereta api Banjar-Cijulang merupakan jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Banjar dengan Stasiun Cijulang sepanjang 82 km. Jalur kereta Banjar-Cijulang yang sudah tidak dipakai lagi sejak era 80-an lalu, melewati banyak jembatan dan empat terowongan panjang.

Keempat terowongan tersebut adalah Terowongan Batulawang (281,5 meter), Terowongan Hendrik (105 meter), Terowongan Juliana (147,70 meter), dan Terowongan Wilhelmina (1.116,10 meter) yang merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.

Berdasarkan undang-undang tanggal 18 Juli 1911, Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun jalur kereta api Banjar-Kalipucang-Parigi, sebagaimana diusulkan oleh Residen Priangan. Pembangunan jalur ini selesai dengan perincian segmen Banjar–Kalipucang pada tanggal 15 Desember 1916, dan selesai pada 1 Juni 1921.

Penutupan

Namun jalur Banjar-Kalipucang akhirnya ditutup total pada 1 Februari 1982. Indonesian Railway Preservation Society (2007) pernah mencatat bahwa pada tahun 1997, petak Banjar-Banjarsari sempat diperbaiki dan berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 sempat berjalan di jalur ini

Pemerintah beberapa kali mencoba mengaktifkan kembali jalur kereta api di wilayah Pariangan Timur ini, tetapi selalu gagal sampai saat ini.

Kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada tahun 2018 kembali menggaungkan reaktivasi Pangandaran Cijulang bersamaan dengan aktivasi jalur-jalur kereta api mati lainnya di Jawa Barat, seperti jalur kereta api Cibatu–Cikajang, Rancaekek–Tanjungsari dan Cikudapateuh–Ciwidey.

Sinopsis Film Siksa Kubur

Siksa Kubur dengan Tia Hasibuan sebagai produsernya, masuk pada kategori film Horor, Religi. Selain sutradara, Joko Anwar juga sebagai penulis naskah film produksi Come And See Pictures tersebut.

Film ini dibintangi CastsFaradina Mufti, Reza Rahadian, Widuri Puteri, Muzakki Ramdhan, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Niniek L. Karim.

Setelah kedua orang tuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita yang diperankan Faradina Mufti, jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa siksa kubur tidak ada dan agama tidak nyata. Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260727-WA0000
PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile dan Fitur SwaCAM, Wujud Layanan Digital Menyambut HUT ke-81 RI
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Headline
IMG-20260727-WA0003
Gilang Dorong Puskesmas di Jakasampurna, Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
IMG-20260726-WA0003
DPRD Kota Bekasi Desak Pemerintah Pusat Tepati Komitmen Flyover Bulak Kapal, Warga Tak Bisa Terus Menunggu
IMG-20260726-WA0002
Reses Kreatif Samuel Sitompul Berbuah Puluhan Aspirasi Warga Bekasi Timur
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan