JAKARTA,TM.ID: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebut, potensi mudik pada lebaran 2023 akan mengalami peningkatan.
Hal itu Budi sampaikan dalam agenda rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden di Jakarta pada hari ini, Jumat (24/3/2023).
“Satu jam yang lalu, presiden memimpin rapat berkaitan dengan mudik dan beberapa hal kami laporkan dan juga menjadi satu keputusan dalam rapat dengan presiden tersebut. Kami melaporkan bahwa terjadi satu kenaikan jumlah saudara-saudara kita yang mudik, dari 85 juta menjadi 123 juta orang,” ujar Budi Karya, pada Jumat (24/3/2023).
BACA JUGA: Ngabuburit Ke Ancol Bisa Gratis, Simak Caranya
Budi memaparkan potensi peningkatan pemudik di tahun 2023 ini diprediksi dari 14 juta bisa menjadi 18 juta pemudik.
Prediksi besar jumlah pemudik ini ditentukan dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Lebih lanjut, kata dia, berdasarkan riset pendataan pemudik tersebut dilakukan dengan margin of error kurang dari 5 persen.
Kemudian dia menyebut, jika mudik tahun 2023 menggunakan sejumlah moda transportasi, mulai dari kapal laut, pesawat, kereta api, dan melalui transportasi jalur darat lainnya.
Sambung dia, bahwa moda transportasi melalui udara, laut, dan kereta api menjadi suatu hal yang mudah diatur. Sedankan untuk moda transportasi jalur darat, seperti kendaraan pribadi, maka perlu dilakukan upaya manajemen yang lebih detail.
“Untuk udara, kereta, dan laut, relatif manageable (mudah diatur) karena ketiga matra itu menggunakan sarana yang menggunakan ticketing (tiket), sehingga bisa kita kontrol siapa yang beli, jumlahnya, dan sebagainya”
“Kami bersama-sama dengan kakorlantas Polri dan juga menko PMK sudah koordinasi bagaimana mudik kali ini yang signifikan. Dari catatan yang kami riset, akan mudik 22 persen menggunakan mobil pribadi, 20 persen sepeda motor,” terang Budi.
Pada mudik lebaran 2023 ini diprediksi kepadatan pemudik akan berpusat di Tol Cipali dan Merak. Budi mengimbau kepada masyarakat yang hendak mudik, sebaiknya tidak melakukannya menggunakan sepeda motor. Dirinya menilai, itu akan berbahaya.
“Kami berkoordinasi dengan polisi, Korlantas, bahwa tingkat kecelakaan tertinggi adalah menggunakan kendaraan (sepeda) motor. Apalagi yang ditempuh itu kira-kira 3 jam sampai 10 jam, jadi melelahkan sekali,” ujarnya.
Karena terdapat anjuran tersebut, Budi mengaku pihaknya akan mengakomodir dengan menyiapkan 500 bus bagian dari program mudik gratis.
“Paling tidak, dari Kemenhub 500 bus. Saya harap kementerian lain dan swasta juga melakukan mudik gratis, paling tidak untuk kalangan mereka sendiri agar tidak membebani apa yang kami programkan,” tandasnya.
BACA JUGA: PEVS 2023 Ajang Edukasi Kendaraan Listrik untuk Masyarakat
(Saepul/Dist)