BANDUNG,TM.ID: Mengungkap Ferry Irawan, seorang sosialita dan figur publik yang pernah tersandung dalam kasus kontroversial, kini mengungkapkan sisi kehidupannya yang jarang orang tahu. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perjalanan hidup Ferry Irawan, momen pahitnya, serta pesan-pesan penting yang dapat kita ambil dari kisahnya.
Latar Belakang dan Momen Terendah
Mengungkap Ferry Irawan, nama yang tidak asing lagi di dunia hiburan, menghadapi titik terendah dalam hidupnya ketika ia harus mendekam di balik jeruji besi terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Venna Melinda. Momen-momen pahit ini menjadi titik terendah dalam perjalanan hidupnya yang panjang.
Mengutip channel YouTube TRANS TV Official, Kamis (21/9/2023) , Ferry Irawan mengungkapkan betapa sulitnya bagi ia untuk meninggalkan ibunya, Hariati, yang saat itu sudah berusia 76 tahun. Hariati adalah satu-satunya orang tua yang Ferry Irawan miliki. Kondisi kesehatan Hariati yang terganggu membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit baginya.
BACA JUGA : Ferry Irawan Bebas Setelah Hukuman Penjaranya Dikurangi
Pengorbanan Sang Ibu
Ferry dengan penuh perasaan menceritakan pengorbanan yang telah ibunya lalui. Hariati harus menempuh perjalanan dengan kereta selama 11 jam untuk mengunjungi Ferry di Kediri, sebuah pengorbanan yang tidak bisa ia lupakan.
“Saat melihat pengorbanan ibu, saya menyadari betapa beratnya perjalanan tersebut. Tidak hanya berat secara fisik, tapi juga emosional,” ungkap Ferry Irawan.
Pesan Haru dari Ibu
Dalam kunjungan tersebut, Hariati memberikan pesan yang sangat berharga bagi putranya. “Sabar ya, kita nggak boleh benci terhadap siapa pun, kita tidak boleh membalas apa pun, jangan zalim dibalas dengan kezaliman, pokoknya sudah, maafkan dan lupakan,” begitu pesan yang disampaikan oleh ibunya.
Ferry Irawan sangat menghargai pesan tersebut dan menyadari bahwa setiap manusia tidak memiliki hak untuk menghakimi orang lain. “Bukan hak kita juga untuk menghakimi siapa pun dan bukan hak saya juga untuk menghakimi,” tegasnya.
Hubungan dengan Ibunda
Rian, sang host, juga menanyakan perasaan Hariati saat Ferry terlibat dalam kasus KDRT. Hariati mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menyangka putranya akan terlibat dalam kasus semacam itu. Namun, ia bersyukur bahwa mereka masih bisa berkumpul lagi setelah semua peristiwa tersebut.
Pemulihan dan Masa Depan
Saat ini, Hariati tidak lagi merasakan dendam terhadap siapa pun terkait kasus yang menimpa putranya. Ia berharap agar Ferry dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa.
“Yang penting mami nggak mau lihat ke belakang, kita lihat ke depannya aja. Semoga lebih baik lagi Ferrynya, lebih dewasa,” tutup Hariati.
(Hafidah/Usamah)