BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Bursa transfer Januari 2026 mencatat satu nama yang tak pernah ada dalam prediksi analis manapun, Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia berusia 27 tahun ini resmi dikontrak Ajax Amsterdam hingga Juni 2029 setelah de Godenzonen mencapai kesepakatan permanen dengan FC Dallas.
Fabrizio Romano, pakar transfer sepakbola Eropa yang dikenal dengan jargon “Here We Go!”, memastikan kesepakatan tersebut melalui akun X-nya pada Rabu (28/1) dini hari.
“Ajax mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Maarten Paes dari FC Dallas dengan transfer permanen,” tulis Fabrizio, dikutip Rabu (28/1/2026).
Ajax dikabarkan mengeluarkan dana lebih dari satu juta euro untuk memboyong mantan kiper Utrecht dan NEC Nijmegen ini dari tanah Amerika. Sebuah investasi yang cukup signifikan untuk kiper yang bermain di MLS.
Plot Twist: Dari Rumor Persib ke Realita Ajax
Yang membuat transfer ini lebih dramatis adalah konteksnya. Sebulan lalu, nama Paes ramai dikaitkan dengan Persib Bandung. Bobotoh bahkan sudah membayangkan kiper andalan Garuda itu berlabuh di Bandung, mengingat Maung Bandung sukses mendatangkan pemain naturalisasi seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Deputi CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, sempat melempar sinyal tentang rencana mendatangkan pemain naturalisasi lagi. Spekulasi mencapai puncaknya di akhir Desember 2025 ketika akun-akun sepakbola Indonesia mengklaim “kesepakatan selesai”.
Namun Paes sendiri membantah keras lewat unggahan di X.
“Jangan percaya semua yang kamu baca di berita. Saya membaca banyak rumor dan jujur tidak tahu dari mana asalnya,” tulis Paes beberapa waktu lalu.
Bahkan di pertengahan Januari, dia kembali mengatakan rumor Persib sebagai “berita palsu”.
Kini jelas ke mana arah sebenarnya, bukan Bandung, melainkan Amsterdam. Bukan Super League, tapi Eredivisie bersama salah satu klub paling legendaris di Eropa. Sebuah plot twist yang membuat Bobotoh patah hati, tapi sekaligus membuktikan level Paes yang sesungguhnya.
Baca Juga:
Maarten Paes Viral Usai Tampil Gemilang di Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Jordi Cruyff: Mastermind di Balik Transfer Mendadak
Yang membuat transfer ini lebih menarik adalah keterlibatan Jordi Cruyff, direktur olahraga Ajax yang juga menjabat sebagai penasihat PSSI. Cruyff, putra legenda Johan Cruyff, memahami betul kualitas Paes tidak hanya dari rekam jejak di Belanda dan Amerika, tapi juga dari performa gemilangnya bersama Timnas Indonesia.
Sejak debut pada September 2024, Paes sudah mengoleksi sepuluh caps untuk skuad Garuda dan menjadi salah satu fondasi penting di bawah asuhan pelatih baru John Herdman. Cruyff, dengan akses informasinya terhadap sepakbola Indonesia, tampaknya melihat sesuatu yang luput dari radar klub-klub besar Eropa lainnya.
Menurut laporan Voetbal Primeur, langkah ini sangat mengejutkan karena Ajax sama sekali tidak terlihat sedang berburu kiper. Tidak ada rumor, tidak ada spekulasi, sampai kesepakatan tiba-tiba muncul. Inilah strategi klasik Cruyff: bergerak cepat, diam-diam, dan tepat sasaran.
Solusi Jangka Panjang untuk Krisis Penjaga Gawang
Ajax memang tidak dalam mode panik, tapi mereka tengah menghadapi realitas pahit dengan dua kiper utama akan segera pergi. Vitezslav Jaros, yang saat ini menjadi pilihan pertama Fred Grim hanyalah pemain pinjaman dari Liverpool dan dipastikan kembali ke Anfield di akhir musim. Sementara Remko Pasveer, sang veteran berusia 42 tahun sudah memberikan sinyal kuat bahwa dia akan pensiun.
Tanpa Paes, Ajax bisa menghadapi kekosongan serius di posisi kiper musim depan. Dan mencari kiper berkualitas di tengah musim bukanlah perkara mudah. Paes hadir sebagai solusi sempurna: berpengalaman di Eredivisie, punya jam terbang tinggi di kompetisi internasional, dan masih punya karier panjang.
Dengan kontrak hingga 2029, Ajax tidak hanya mendapat kiper untuk satu atau dua musim. Mereka mendapat investasi jangka panjang yang bisa menjadi tulang punggung pertahanan selama minimal tiga setengah tahun ke depan.
Heboh di Media Belanda: “Berita Besar!”
Reaksi media Belanda terhadap transfer ini mencerminkan betapa tidak terduganya langkah Ajax. Voetbal Primeur, salah satu portal sepakbola terkemuka di Belanda, langsung memasang headline dengan frasa “Berita Besar” di judulnya.
Yang menarik, sebagian besar media Belanda menyoroti latar belakang Paes sebagai kiper Timnas Indonesia, sesuatu yang jarang dibahas untuk pemain yang pindah ke Eredivisie. Ini menunjukkan bahwa sepakbola Indonesia, mulai masuk radar media Eropa. Paes menjadi semacam “duta” yang membawa nama Indonesia ke salah satu klub paling bergengsi di dunia.
Ajax sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait peran Paes dalam tim. Namun mengingat situasi kiper mereka, kemungkinan besar Paes akan langsung diintegrasikan ke dalam skuad dan mendapat kesempatan bermain, baik itu sebagai pelapis Jaros untuk sisa musim ini, atau sebagai pilihan utama.
Jejak Rekam yang Meyakinkan
Paes bukanlah pemain tanpa pengalaman. Kariernya dimulai dari akademi NEC Nijmegen, di mana dia debut profesional pada 2016 di usia 18 tahun. Setelah dua musim, dia hijrah ke Utrecht dan menghabiskan empat musim di sana sebelum memutuskan mencoba peruntungan di MLS pada Januari 2022.
Keputusan pindah ke Amerika sempat dianggap kontroversial. Utrecht adalah klub yang sedang berkembang, dan Paes masih muda. Tapi langkah itu terbukti matang: dia langsung jadi starter di FC Dallas dan tampil konsisten dengan 114 penampilan dan 25 clean sheet. Performanya menarik perhatian PSSI, yang kemudian menaturalisasinya untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kini, Paes kembali ke tanah kelahirannya, tapi dengan level yang berbeda. Dari klub papan tengah Eredivisie. Kini ia akan bermain untuk Ajax, klub yang pernah finis runner-up Liga Champions, memenangkan trofi internasional berkali-kali, dan mencetak legenda seperti Edwin van der Sar, dan tentu saja, Johan Cruyff.
Tekanan dan Ekspektasi
Pulang ke Belanda dengan status pemain Ajax bukan tanpa tekanan. Suporter de Godenzonen terkenal sangat kritis, mereka tidak segan mengkritik pemain baru yang gagal membuktikan diri. Paes harus segera beradaptasi dengan ekspektasi tinggi ini, terutama karena Ajax saat ini sedang berjuang kembali ke puncak Eredivisie setelah beberapa musim yang mengecewkan.
Posisi Ajax di klasemen sementara Eredivisie juga menambah urgensitas: mereka harus konsisten jika ingin kembali bersaing untuk gelar dan lolos Liga Champions musim depan. Namun dia punya modal mental yang kuat. Bermain untuk timnas di level internasional, menghadapi tekanan suporter MLS yang fanatik, dan bertahan di kompetisi setinggi Eredivisie sebelumnya adalah bukti bahwa Paes tidak mudah goyah.
Transfer window Januari ditutup pada 3 Februari. Paes diperkirakan langsung bergabung dengan skuad Ajax dan bisa debut dalam beberapa pekan ke depan.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)








