BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebagai kota kreatif, Bandung tidak hanya dikenal dengan kuliner dan fashion, tetapi juga sebagai pusat perkembangan seni dan budaya. Beberapa gedung kesenian di kota Bandung ini menjadi saksi bisu dari dinamika seni, khususnya teater, yang terus berkembang.
Berikut adalah beberapa gedung kesenian di Kota Bandung yang masih aktif hingga kini:
1. Gedung Kesenian Rumentang Siang
Terletak di Jalan Baranang Siang No. 1, Gedung Rumentang Siang dibangun pada tahun 1950-an dan awalnya berfungsi sebagai tempat pertunjukan teater, musik, dan tari.
Seiring waktu, gedung ini berkembang menjadi ruang kreativitas bagi berbagai jenis seni. Saat ini, Gedung Rumentang Siang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung sebagai aset pemerintah daerah.
2. Gedung De Majestic
Gedung bersejarah yang terletak di Jalan Braga No. 1 ini dibangun pada tahun 1925. Awalnya dikenal sebagai Bioscoop Majestic, gedung ini merupakan bioskop mewah tempat pemutaran film bisu pada zaman kolonial Belanda.
Kini, Gedung De Majestic telah beralih fungsi menjadi gedung kesenian yang menampung berbagai jenis seni. Gedung ini dikelola oleh Disbudpar Kota Bandung.
3. Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House)
Berlokasi di Jalan Bukit Dago Selatan No. 53A, Taman Budaya Jawa Barat dibangun pada tahun 1970-an sebagai upaya pemerintah melestarikan seni dan budaya di Jawa Barat.
Fasilitas yang tersedia meliputi panggung terbuka, teater tertutup, dan galeri seni. Taman Budaya dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud).
4. Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK)
Terletak di Jalan Naripan No. 7, Gedung YPK telah berdiri sejak tahun 1910-an. Pada masa kolonial, gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan para budayawan, seniman, dan cendekiawan.
Kini, YPK berfungsi sebagai wadah untuk berbagai bentuk kesenian, termasuk teater, musik, tari, pameran seni, serta diskusi dan seminar budaya.
Gedung ini dikelola oleh Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung bekerja sama dengan komunitas seni dan Disbudpar Kota Bandung.
5. Teras Sunda Cibiru
Diresmikan pada tahun 2019, Teras Sunda Cibiru terletak di Jalan AH Nasution, Cibiru. Gedung ini dibangun sebagai pusat kebudayaan untuk melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya Sunda.
Fasilitas yang tersedia meliputi panggung pertunjukan terbuka, aula serbaguna, area pameran seni, ruang workshop, perpustakaan budaya Sunda, dan ruang diskusi.
Teras Sunda Cibiru dikelola oleh Disbudpar Kota Bandung dengan dukungan komunitas seni dan budayawan.
6. Mayang Sunda
Terletak di Jalan Peta No. 209, Suka Asih, Mayang Sunda diresmikan pada tahun 2013. Tempat ini sering digunakan sebagai wadah bagi seniman dan komunitas budaya, seperti wayang golek, tari jaipong, gamelan, dan teater khas Sunda.
Fasilitas yang tersedia meliputi panggung pertunjukan, ruang latihan seni, galeri budaya, dan perpustakaan. Mayang Sunda dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Padepokan Seni, Kreativitas, dan Kebudayaan di bawah naungan Disbudpar Kota Bandung.
BACA JUGA
Teater Lima Wajah Pentaskan Naskah Dhemit, Hampir 1.000 Penonton Gen Z Antusias
KPAI Sesalkan Insiden Teater Maut di SMK Padalarang yang Tewaskan Siswa
Gedung Hanyalah Bangunan, Senimanlah yang Menghidupkannya
Gedung-gedung kesenian hanyalah bangunan fisik yang tidak dapat bergerak. Para seniman dan generasi muda lah yang harus terus menciptakan karya agar gedung-gedung tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, gedung-gedung ini diharapkan tetap menjadi pusat kreativitas dan pelestarian seni budaya di Kota Bandung.
(Magang UKRI-Andari/Aak)