BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ratusan warga Cibitung Hilir, Kertasari, Ciamis, memadati area Makam Mama Kyai Antasuta (Syekh Abdul Syukur) untuk mengikuti tradisi tahunan, Nadran Lembur, pada Selasa (18/2/2015).
Tradisi ini merupakan kegiatan rutin yang digelar masyarakat setempat sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Suasana khidmat terasa saat para warga melantunkan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Prosesi sakral ini diisi dengan tawasulan dan doa bersama, dilanjutkan dengan santap siang bersama yang merupakan hasil swadaya masyarakat.
Pelestarian Budaya dan Syiar Islam
“Tradisi Nadran Lembur bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya dan syiar agama Islam,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, mengutip dari Fokusjabar pada Rabu (19/2/2025).
Ega menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat Cibitung Hilir kepada leluhur mereka, terutama Mama Kyai Antasuta, seorang tokoh agama dan Wedana yang dihormati pada masanya.
BACA JUGA:
Kantor Kepala Desa Kohod Digeledah, Stempel dan Dokumen Mencurigakan Disita
Pertahankan Budaya Kearifan Lokal, Masyarakat Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 M
Makna Nadran
Nadran Lembur memiliki makna mendalam, yaitu sebagai ungkapan syukur dan doa kepada Allah SWT atas kesempatan menyambut Ramadan. Melalui tradisi ini, masyarakat membersihkan hati dan mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci.
Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Ciamis.
(Hafidah Rismayanti/Budis)