BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika ingin menjalankan ibadah puasa, terutama pada bulan Ramadan. Jadwal adzan magrib Ramadan 1446 H di Nusa Tenggara Barat Kab. Lombok Tengah bisa menjadi pengingat berbuka bagi masyarakat Lombok dan sekitarnya.
Adzan magrib wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya, pada Kamis (13/3/2025) pukul 18.35 WITA. Jadwal ini merujuk pada Bimas Islam Kemenag RI, selain itu ibadah selama bulan Ramadan tidak hanya berupa puasa sepanjang siang sejak fajar shadiq terbit hingga matahari terbenam, tapi juga juga dapat menambah ibadah di malam hari.
Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, dosa-dosanya yang telah lampau akan diampuni” (H.R. Bukhari).
Saat malam tiba, banyak ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam Maluku Utara Selain shalat tarawih dan witir, kita bisa menambah tadarus Al-Qur’an, membaca zikir dan doa, serta shalat tahajud.
Ibadah sepanjang puasa Ramadhan yang tahun ini berlangsung pada Maret 2025, akan lebih berkah jika dijalani ketertiban. Termasuk di antaranya, tertib dalam waktu sahur dan jam buka puasa.
Jadwal Imsak Lombok Tengah Ramadan di Tahun 2025

BACA JUGA:
Jadwal Kajian Spesial Ramadhan 2025: Kajian Online Bareng Ustadzah Oki
Doa Ramadhan ke 13
>Dalam menjalankan bulan penuh berkah ini, ada baiknya umas islam, khusus nya masyarakat Lombok memperbanyak ibadah dan tidak lupa juga untuk selalu berdoa.
Berikut adalah doa yang dianjurkan untuk dibaca pada hari ke-13 bulan Ramadhan:</p>
اللهم طهرني فيه من الدنس والأقذار، وصبرني فيه على كائنات الأقدار، ووفقني فيه للتقى وصحبة الأبرار، بعونك يا قرة عين المسا
كين.
Latin:
Allahumma thahhirni fihi minad danas wal aqdhar, wa sabbirni fihi ‘ala ka-inatil aqdar, wa waffiqni fihi littuqo wa suhbatal abrar, bi ‘aunika ya qurrata ‘ainil masa
kin.
Artinya:
“Ya Allah, sucikanlah aku pada hari ini dari segala kotoran dan dosa, berilah aku kesabaran dalam menghadapi segala ketentuan-Mu, dan bimbinglah aku menuju ketakwaan serta kebersamaan dengan orang-orang yang b
aik. Dengan pertolongan-Mu, wahai cahaya mata bagi orang-orang miskin.”
Tradisi Ramadhan di Berbagai Negara
Perbedaan Cara Umat Islam Merayakan Ramadhan Setiap negara memiliki tradisi unik dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan.
Meskipun esensi ibadahnya tetap sama, seperti puasa, shalat tarawih, dan membaca Al-Qur’an, cara umat Islam merayakan bulan suci ini berbeda di setiap budaya.
Indonesia
Di Indonesia, Ramadhan identik dengan tradisi ngabuburit, yaitu kegiatan menunggu waktu berbuka dengan berkeliling atau berburu takjil.
Selain itu, ada mudik Lebaran, di mana jutaan perantau pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Masjid-masjid di Indonesia juga mengadakan tarawih berjamaah dengan bacaan 23 rakaat, serta tadarus Al-Qur’an yang meramaikan malam-malam Ramadhan.
Arab Saudi
Di Arab Saudi, Ramadhan terasa sangat istimewa karena ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi tujuan utama umat Islam dari berbagai negara.
Di sana, berbuka puasa sering dilakukan dengan kurma dan air zamzam, diikuti dengan makanan khas seperti kabsa (nasi dengan daging).
Uniknya, setelah berbuka, banyak keluarga menghabiskan malam dengan berbelanja atau berkumpul di kafe, karena kehidupan malam di bulan Ramadhan justru semakin hidup.
Turki
Turki memiliki tradisi unik berupa drummer sahur, di mana para penabuh drum keliling membangunkan warga untuk makan sahur. Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman Ottoman dan masih bertahan hingga sekarang.
Selain itu, masjid-masjid besar di Turki sering dihiasi cahaya dan kaligrafi bercahaya (mahya) yang menggantung di antara menara sebagai penyemangat beribadah.
Mesir
Di Mesir, Ramadhan dimeriahkan dengan lentera khas bernama “Fanous”, yang menghiasi rumah, jalan, dan masjid.
Selain itu, masyarakat Mesir juga gemar mengadakan “Meja Rahmah” (Mawa’id al-Rahman), yaitu meja makan panjang di jalanan yang menyediakan makanan gratis bagi siapa saja yang ingin berbuka puasa.
Pakistan & India
Di Pakistan dan India, Ramadhan terasa semakin istimewa dengan banyaknya pasar yang menjual makanan khas berbuka seperti pakora, samosa, dan jalebi.
Selain itu, di banyak kota, para ulama menggunakan meriam atau sirine sebagai tanda waktu berbuka, melengkapi suara azan yang berkumandang dari masjid.
(Magang UKRI/Ajeng-Aak)