BANDUNG,TM.ID: Wakil Menteri Luar Negeri RI, Pahala Nugraha Mansury, dengan First Vice Minister of Foreign Affairs Republik Korea Selatan (ROK), Kim Hong Kyun, dalam The 2nd Vice Ministers’ Strategic Dialogue mengatakan Indonesia dan ROK bertekad untuk meningkatkan hubungan Special Strategic Partnership, pada Rabu (13/3/2024).
Tujuan hal tersebut disampaikan untuk memajukan berbagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
Pada pertemuan tersebut, juga menekankan kebutuhan dalam melanjutkan berbagai mekanisme bilateral antara Indonesia dan ROK.
Pertemuan Komisi Gabungan (Joint Commission’s Meeting – JCM) tingkat Menteri Luar Negeri, Dialog Strategis, Dialog Tingkat Tinggi tentang Investasi (High Level Dialogue on Investment – HLDI), dan Komite Gabungan tentang Kerjasama Ekonomi (Joint Committee on Economic Cooperation – JCEC).
Tujuannya ialah agar kedua negara saling mendapat keuntungan dari kerjasama tersebut.
Dalam hal kerja sama ekonomi, kedua Wakil Menteri Luar Negeri setuju untuk meningkatkan pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA).
Kemudian terdapat juga kerja sama dalam menggalakkan pelaksanaan serta perluasan kerja sama di sektor-sektor penting.
Bentuk pelaksanannya tersebut, seperti pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan baterai EV di Indonesia, transisi energi, infrastruktur, kesehatan, kerjasama rantai pasok mineral kritis, ketenagakerjaan, dan bidang maritim.
Melansir laman Kemlu, Kedua Wakil Menteri Luar Negeri juga mengonfirmasi kembali tekad bersama kedua negara untuk memperkuat kemitraan mereka dalam kerangka ASEAN-ROK, MIKTA, APEC, G20, serta saling mendukung dalam pencalonan di berbagai forum multilateral.
Mereka juga berbagi pandangan mengenai isu-isu seperti Palestina, Myanmar, dan Semenanjung Korea.
Wakil Menteri Luar Negeri dari Republik Korea juga menyatakan dukungan dan kesiapan Korea untuk membantu proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Selama kunjungan tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri RI, bersama perwakilan dari Pertamina, Pupuk Indonesia, dan BNI, mengadakan pertemuan satu lawan satu dengan sejumlah perusahaan terkemuka dari Republik Korea, termasuk POSCO International, POSCO, Future M, Hyundai Motor Company, KIND, dan KIC.
Tujuannya adalah untuk mempromosikan inisiatif “Indonesia Go Global” serta mendorong investasi dan kemitraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan mitra di Korea.
BACA JUGA: Wapres RI Bersama Menlu Selandia Baru Membahas Kondisi Palestina
Dialog Strategis RI-ROK adalah sebuah forum dialog bilateral yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Wakil Menteri Luar Negeri kedua negara.
Pertemuan terakhir diadakan pada tahun 2017 di Jakarta, Indonesia, bertujuan untuk melanjutkan implementasi berbagai kesepakatan yang dicapai dalam Pertemuan Komisi Gabungan (JCM) tingkat Menteri Luar Negeri RI-ROK, terutama dalam bidang ekonomi.
(Vini/Usk)