Haidar Alwi: Waspada Operasi Adu Domba, Untuk Memecah Belah Anak Bangsa

Mendes Yandri Susanto Bisa Dijerat UU Tipikor
Presiden HAI HAC Tokoh Toleransi Indonesia, Haidar Alwi (Dok. kabariku)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Presiden HAI HAC Tokoh Toleransi Indonesia, Haidar Alwi mengatakan jagat maya dihebohkan dengan isu pembelokan sejarah kemerdekaan Indonesia, yang katanya dilakukan oleh sadah alawiyin keturunan hadramaut Yaman.

“Tersebarnya luas informasi ini mengejutkan masyarakat dan tidak sedikit yang terpengaruh dengan informasi yang disebarkan dan terhasut proyek operasi adu domba ini,” kata Haidar Sabtu (5/10/2024).

Isu anti Arab atau anti keturunan Yaman ini diawali dengan narasi bahwa ba’alawi yang berasal dari hadramaut Yaman didatangkan oleh Belanda untuk membantu mereka menjajah Nusantara.

Benarkah orang Hadramaut dikenal dengan migrasinya ke banyak negara dengan misi perdagangan dan dakwah sebagaimana dikatakan oleh sejarawan Inggris terkemuka Sir Richard Burton:

“matahari tidak terbit di suatu wilayah yang tidak didiami orang hadramaut.”

Lalu bagaimana dengan nusantara?

“Pertama kalangan ba’alawi atau orang-orang Yaman hadir di nusantara bukan karena didatangkan oleh pemerintah kolonial Belanda,” jelas Haidar Alwi.

Sejarawan Inggris lainnya ARB sergen memperkirakan bahwa ba’alawi telah tiba di wilayah Nusantara beberapa waktu sebelum Belanda dan secara bertahap mengendalikan perdagangan pesisir Hindia Belanda. Orang-orang Belanda dan orang-orang Eropa pada umumnya tidak menyukai orang-orang Arab.

Van fluten direktur dalam negeri Hindia Belanda, dalam suratnya menulis orang Eropa di Hindia Belanda semua benci kepada orang Arab, kebencian ini sama saja dengan kebencian orang Eropa terhadap kaum Yahudi.

“Orang Arab yang tinggal di nusantara tidak mendapat simpati dari orang Eropa malah dia menjadi objek kebencian dan permusuhan,” ujarnya.

Semua pegawai termasuk para asisten residen dan kontrolir tetap lebih suka membicarakan persoalan pajak dengan 50 orang Cina daripada mengaturnya dengan satu orang Arab saja.

Vanenberg yang melakukan penelitian tentang orang-orang hadramaut di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19, menulis dalam salah satu suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, bahwa banyak orang Eropa takut berlebih-lebihan terhadap semua orang yang memakai serban atau yang melaksanakan dengan taat ibadah agamanya.

“Rasa takut ini sering dipupuk oleh tulisan kuasi ilmiah dalam surat kabar dan majalah Populer oleh para keturunan Arab snuk horgonnya menambahkan sehingga Belanda berusaha memperketat dan membatasi ruang gerak mereka,” bebernya.

Dalam pemberitaan, ia mengatakan seandainya undang-undang kita tidak membatasi ruang gerak orang hadramaut itu migrasi, mereka ke Hindia pasti lebih banyak daripada sekarang.

Jika orang-orang Arab didatangkan untuk dipekerjakan oleh Belanda dengan asumsi bahwa mereka dipekerjakan di perkebunan atau industri yang diadakan oleh pemerintah kolonial atau pengusaha Belanda, tentunya mereka perlu menghadirkan orang-orang Arab dalam jumlah yang besar untuk dipekerjakan didalam perkebunan dan industri kolonial yang jumlahnya banyak itu.

Terlebih lagi jika memang betul orang-orang Belanda tidak mau mempekerjakan masyarakat pribumi, masalahnya hal semacam ini tidak disebutkan di sumber-sumber sejarah yang ada dan tidak pernah didiskusikan pula oleh para akademisi.

Hendaknya mereka yang membuat klaim semacam ini menghadirkan bukti dan menunjukkan sumber-sumber yang terpercaya tentang hal ini.

Adapun pekerjaan di pemerintahan hampir sepenuhnya dihindari oleh orang Arab, vanenberg misalnya nya menulis:

“DiPulau Jawa saya hanya mengenal dua pegawai pemerintah yang berasal dari Arab yaitu bupati Magelang dan Patih Brebes keluarga Bupati Cianjur meskipun berasal dari Arab sudah menjadi orang Jawa sehingga tidak mempunyai perasaan seperti orang Arab pada umumnya.”katanya.

Raffles menyebutkan dalam the History Of Java bahwa di antara orang Arab Banyak pedagang tetapi mayoritas adalah ulama. Lalu apakah kita hendak mengatakan bahwa seluruh pegawai pemerintah kaum pribumi sebagai antek Belanda?

Pada abad ke-19 ketika jumlah orang-orang Arab meningkat di Hindia Belanda mereka diharuskan tinggal di distrik yang terpisah di kota-kota besar, dan mereka harus memohon surat jalan untuk bepergian.

BACA JUGA: Haidar Alwi Apresiasi Polri Tangani Kasus Pembubaran Paksa Diskusi Kemang

Menurut dia, kebijakan ini dikenal sebagai weekend stelser dan Passion stelser, mereka biasanya tidak diizinkan atau dipersulit untuk pergi ke kawasan pedesaan yang menjadi pemukiman utama masyarakat pribumi. Mereka tidak ingin masyarakat Arab bercampur dengan masyarakat pribumi, kalaupun ada pengaruh yang mungkin diberikan oleh orang-orang Arab terhadap penduduk pribumi hal itu umumnya dalam bentuk yang tidak disukai oleh Belanda.

Karena itulah pada tahun 1904 snok horgonye menulis, hendaknya jangan dikira bahwa pembatasan pusat perdagangan dan beberapa kota dengan kampung yang khusus dapat menghalangi segala keburukan, justru di tempat-tempat itulah ditemukan orang pribumi biasa yang lebih terpelajar berasal dari segala daerah, dan dari situlah pengaruh Arab lebih berbisa pada kalangan luas daripada keadaan lain.

“Andaikan belum ada orang Arab yang bermukim di nusantara ini maka menjadi kewajiban pemerintah untuk menolak mereka,” ungkapnya.

(Agus Irawan/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Indonesia menghadapi pekerjaan penting menjelang pertandingan terakhir...
IMG-20260928-WA0007
Pancasila dalam Genggaman, Ribuan Pelanggan PLN Majalaya Ikut Jaga Transparansi lewat SwaCAM
KABUPATEN BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nilai-nilai Pancasila terus relevan dalam kehidupan masyarakat,...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...