Film Dokumenter Sianida Jessica Wongso Tayang, Khrisna Murti Tulis Pesan Haru

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Film dokumenter tentang pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan racun sianida, yang dilakukan Jessica Wongso berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso sedang menjadi perbincangan.

Film dokumenter yang menceritakan Mirna Salihin yang menenggak racun sianida dalam kopi hasil perbuatan Jessica Wongso itu sudah dirilis di layanan nonton prabayar Netflix.

Terkait hal itu, Irjen Pol Krishna Murti menyoroti film dokumenter tersebut. Diketahui, Khrisna turut menangani kasus  itu. Kala itu Krisnha sebagai Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.

BACA JUGA: Muncul Ferdy Sambo di Film Sianida Mirna, Kaitannya apa?

Khrisna Murti bersama Ferdy Sambo bertugas untuk merampungkan pembunuhan Mirna dengan kopi sianida. Bahkan, ia mengingat kembali kasus itu dengan mengunggah foto Mirna dan keterangan yang penuh kalimat haru.

“Kami tidak mengenal kamu sebelumnya. Juga kami tidak mengenal suamimu serta keluargamu hingga teman2mu. Peristiwa kematianmu yang mengharuskan kami hadir untuk membuat terang kegelapan,” tulisnya dalam akun Made Sandy Salihin

Tujuan dari Khrisna itu tak lain, untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Pasalnya, kasus itu menggemparkan publik dengan proses penyelesaian yang cukup panjang.

“Semua proses penyidikan yang kami lakukan karena kewajiban kami sebagai alat negara penegak hukum. Rest in peace Mirna. Semoga tidak ada Mirna2 lain lagi. Semoga semua segera terang benderang,” lanjutnya.

Unggahan tersebut telah dihapus dalam akun Instagram pribadi Khrisna Murti. Akan tetapi, ungggahan tersebut diunggah ulang oleh kerabat Mirna Salihin.

Seperti diketahui, kematian Wayan Mirna Salihin pada tahun 2016 masih menjadi salah satu kasus yang penuh misteri dan perbincangan hangat di masyarakat. Mirna, seorang wanita muda yang sedang menikmati waktu santai bersama teman-temannya di Kafe Olivier, Jakarta, harus meregang nyawa setelah meminum Vietnam Ice Coffee.

Kasus ini kemudian mengarah pada penangkapan dan pengadilan Jessica Kumala Wongso, yang diduga terlibat dalam kematian tragis ini bersama dengan Hani Juwita Boom.

Pada saat itu, Mirna Salihin dan Jessica Wongso adalah teman baik. Mereka memutuskan untuk berkumpul di Kafe Olivier pada tanggal 6 Januari 2016. Segala sesuatu tampak berjalan dengan baik, hingga saat Mirna memutuskan untuk memesan Vietnam Ice Coffee.

Tidak lama setelah Mirna meminum minuman itu, keadaannya mulai memburuk secara drastis. Dia mengalami sesak napas, gemetar, dan kejang-kejang di hadapan teman-temannya yang terkejut dan panik. Upaya untuk menyelamatkannya segera dilakukan, dan Mirna segera dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Sayangnya, upaya medis yang berusaha menyelamatkan nyawa Mirna tidak membuahkan hasil. Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, Mirna Salihin menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan kebingungan yang mendalam atas penyebab kematian yang tiba-tiba ini.

Kasus ini menjadi semakin mengejutkan ketika pihak berwajib melakukan penyelidikan dan otopsi terhadap jenazah Mirna Salihin. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan jejak sianida dalam jumlah yang signifikan di dalam lambung Mirna. Kuantitas sianida yang ditemukan mencapai sekitar 3,75 miligram. Temuan ini kemudian menjadi bukti yang kuat dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Jessica Kumala Wongso, yang bersama Mirna Salihin dan Hani Juwita Boom pada saat kejadian, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus kematian Mirna.

Dia diduga kuat terlibat dalam perencanaan dan eksekusi pembunuhan menggunakan sianida yang diakui sebagai salah satu racun paling mematikan di dunia.

Kasus ini menjadi sorotan media dan masyarakat yang sangat besar. Persidangan Jessica Wongso menjadi pusat perhatian, dan bukti-bukti yang disajikan di pengadilan menjadi pokok perdebatan.

Teka-teki di balik motif dan alasan di balik tindakan ini menjadi salah satu misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan.

BACA JUGA: Muncul Ferdy Sambo di Film Sianida Mirna, Kaitannya apa?

Kematian tragis Wayan Mirna Salihin tetap menjadi pengingat bahwa terkadang bahaya bisa datang dari tempat yang tidak terduga.

Kasus ini juga menjadi pelajaran tentang pentingnya investigasi yang cermat dan adil dalam mengungkap kasus kriminal yang rumit.

Kasus ini masih meninggalkan tanda tanya di benak banyak orang dan akan terus menjadi salah satu kisah yang penuh misteri dalam sejarah hukum Indonesia.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

3

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri