BANDUNG,TM.ID: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) Vini Adiani Dewi mengungkapkan, para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia mengidap masalah kesehatan lebih dari dua secara bersamaan (Komorbid).
Menurut Vini, para petugas pemilu yang meninggal di provinsi Jabar memiliki riwayat penyakit yang beragam, seperti infeksi paru, jantung, darah tinggi dan gagal ginjal.
“Hampir rata-rata punya riwayat komorbid. Jadi memang dalam hal ini ada penyakit dasarnya,” ujar Vini melansir Antara, Rabu (21/2/2023).
Vini mengaku belum mengetahui secara pasti terkait meninggalnya petugas pemilu karena faktor kelelahan. Menurut Vini, mitigasi dalam Pemilu 2024 sudah lebih baik daripada 2019.
“Kalau itu, karena saya bukan dokter yang menanganinya, jadi tidak bisa menyebutkan hal tersebut. Tapi kalau melihat angka, dulu kita 177 orang. Ini kurang lebih ada 23 orang (meninggal), yang didukung karena antisipasi kita sudah lebih baik dengan mengadakan skrining dan pengobatan terlebih dahulu,” ujarnya.
BACA JUGA: Dinkes Jabar: 2.602 Petugas Penyelenggaraan Pemilu Lakukan Pemeriksaan dan Berobat
Kendati begitu, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, mengingat di awal proses perekrutan dilakukan pemeriksaan kesehatan.
“Jadi ketika mendaftar, itu harus membawa surat keterangan sehat dan juga memang harus mengisi format yang nanti akan ketahuan, mana yang punya penyakit dengan berobat, yang terkontrol, dan mana yang tidak,” ucapnya.
Vini menyebutkan, sampai dengan saat ini jumlah petugas penyelenggara pemilu pemilu mencapai 23 orang dari berbagai unsur, yakni Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Perlindungan Masyarakat (Linmas), KOmisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
(Budis)